Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Belum Ada yang Terang-terangan Menolak, Pesan Wagub DKI ke 2,7 Juta Warga yang Belum Disuntik Vaksin

Dinas Kesehatan DKI mencatat, kurang lebih ada 2,7 juta warga ibu kota yang belum menerima vaksin Covid-19 hingga saat ini.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Shutterstock by M-Foto
Ilustrasi vaksin Covid-19 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Vaksinasi Covid-19 dosis pertama di DKI Jakarta kini sudah menembus angka 10 juta dosis.

Walau demikian, ternyata 30 hingga 40 persen masyarakat yang menerima vaksin Covid-19 tersebut bukan warga ibu kota.

Dinas Kesehatan DKI mencatat, kurang lebih ada 2,7 juta warga ibu kota yang belum menerima vaksin Covid-19 hingga saat ini.

Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2/2020 tentang penanganan Covid-19, warga yang menolak divaksin bisa kena sanksi Rp5 juta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza pun buka suara soal 2,7 juta warganya yang terancam kena sanksi denda jutaan rupiah ini.

Menurutnya, Pemprov DKI sampai saat masih berupaya melakukan sosialisasi, sehingga sanksi tersebut belum akan dikenakan.

"Sanksi sudah ada, tapi kami masih melakukannya secara persuasif sekali pun Perdanya sudah ada," ucapnya, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Buru Warga yang Belum Lakukan Vaksin Covid-19, Wagub DKI: Kami Jemput Bola

"Sejauh ini kami belum terapkan denda atau sanksi untuk vaksin, karena ini kan masalah keselamatan kesehatan," tambahnya menjelaskan.

Politisi Gerindra ini juga menyebut, sampai saat ini belum ada warga Jakarta yang terang-terangan menolak vaksinasi ini.

Untuk itu, ia menilai, penerapan sanksi Rp5 juta bagi warga yang belum saatnya diterapkan.

"Sejauh ini belum ada yang menolak secara terang benderang, secara terbuka. Belum ada sejauh ini, siapa pun yang diminta siap divaksin," ujarnya di Balai Kota.

Orang nomor dua di DKI Jakarta ini pun menjelaskan, 2,7 juta warga ibu kota yang belum divaksin mayoritas merupakan menyintas dan penderita penyakit bawaan atau komorbid.

"Kami melakukan persuasif, melalui pendekatan. Kami yakin semua warga ingin divaksin kecuali yang tidak memenuhi syarat komorbid," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved