Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Kasus Baru Covid-19 di Kota Bekasi Landai, BOR Rumah Sakit Berada di Angka 3,34 Persen

Kasus baru Covid-19 di Kota Bekasi tercatat mengalami pelandaian, BOR tempat tidur isolasi di wilayah setempat berada di angka 3,34 persen.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (9/9/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kasus baru Covid-19 di Kota Bekasi tercatat mengalami pelandaian, BOR tempat tidur isolasi di wilayah setempat berada di angka 3,34 persen.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, berdasarkan data hasil evaluasi Satgas Covid-19 per 16 September 2021, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit sebanyak 63 orang.

"Total keterisian tempat tidur isolasi rumah sakit 63 orang dari kapasitas 1886 tempat tidur atau 3,34 persen," kata Rahmat, Jumat (17/9/2021).

Selain itu, angka kasus aktif di Kota Bekasi saat ini sebanyak 65 orang. Jumlah tersebut menurun dibanding sebelum sebanyak 72 kasus.

"Angka kesembuhan kita 98,60 persen dari total kumulatif 85.656 kasus, sembuh 84.458 kasus, meninggal dunia 1.133 kasus," paparnya.

Dia menjelaskan, tingkat testing di wilayahnya terus dilakukan. Sebagai rincian, pada (9/9) jumlah sampel PCR sebanyak 1.114 dengan hasil positif sebanyak 39 sampel.

Baca juga: Wali Kota Bekasi Apresiasi Kinerja PMI Kota Bekasi di Bawah Kepemimpinan Sosok Milenial

Lalu pada (10/9), jumlah testing PCR sebanyak 748 sampel dengan hasil 26 sampel positif, selanjutnya pada (11/9), jumlah testing sebanyak 919 dengan hasil 23 sampel positif.

Pada (12/9), jumlah testing PCR sebanyak 595 dengan hasil 18 sampel positif, pada (13/9) jumlah testing 1.043 dengan hasil 32 positif.

Selanjutnya pada (14/9), jumlah testing PCR sebanyak 1000 sampel dengan hasil 33 sampel positif dan pada (15/9), jumlah testing sebanyak 934 dengan hasil 26 positif.

"Pengendalian dengan tracing, testing, dan treatment terus dilakukan, disamping kita terus melakukan program vaksinasi agar tercapai herd immunity, " jelas dia. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved