Breaking News:

Kejari Depok Tetapkan 3 Tersangka Pembangunan Gedung SD, Kepsek Terlibat, Negara Rugi Rp300 Juta

Kejaksaan Negeri Depok telah menetapkan tersangka dari kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sebuah sekolah dasar (SD).

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sri Kuncoro, saat menggelar konfernsi pers, Selasa (6/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONGKejaksaan Negeri Depok telah menetapkan tersangka dari kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sebuah sekolah dasar (SD) di Kota Depok, Jawa Barat.

Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sri Kuncoro, mengatakan, total ada tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, setelah terbukti melakukan praktik rasuah tersebut.

Untuk informasi, kasus ini telah bergulir sejak Januari 2021 silam.

“Kalau kasus di Dinas Pendidikan (Disdik) kita konferensi pers Januari kalau ga salah. Maret sudah kita tetapkan tersangka. Jadi Maret lalu sudah tiga orang tersangka,” ujar Sri Kuncoro di Kejaksaan Negeri Depok, Jumat (17/9/2021).

Sri Kuncoro mengatakan, total tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka di antaranya adalah N yang berstatus sebagai kepala sekolah di SD tersebut, kemudian seorang lagi berinisial W yang berstatus sebagai ketua panitia proyek pembangunan, dan seorang lagi yang belum ia sebut namanya.

“Inisialnya N kepala sekolah, yang kedua W ketua panitianya, yang ketiga, pokoknya tiga inisialnya nyusul. Kerugian negaranya Rp 300 juta lebih,” ungkapnya.

Baca juga: Kejari Depok Tunjuk Tiga Jaksa Tangani Kasus Hoaks Babi Ngepet

Dalam waktu dekat, Sri Kuncoro berujar pihaknya akan segera menentukan tuntutan terhadap para tersangka.

“Dalam waktu dekat kita akan penuntutan jadi jangan dikira kita diam tidak bekerja. Kita diam tetap bekerja. Tidak ada hal-hal yang kita tutupi sesungguhnya, tapi memang kita ingin tenang saja artinya kerja tetap jalan,” bebernya.

Terakhir, Sri Kuncoro berujar proses pengusutan korupsi proyek pembangunan sekolah dasar ini tengah dalam tahap melengkapi sejumlah berkas dan dokumen.

“Kita sedang melengkapi beberapa dokumen saja untuk pemberkasan. Sebetulnya sudah selesai tapi tinggal beberapa saja, ada barang bukti yang harus kita sita dan pengembalian, minta izin penyitaan, jadi kelengkapan dokumen kalau dalam waktu dekat sudah lengkap akan langsung kita ajukan ke pengadilan,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved