Breaking News:

Kelompok Milenial Sebut Pemberhentian 56 Pegawai KPK Tak Akan Menghambat Kinerja KPK

Adhiya menyebut, beberapa minggu terakhir ini KPK sedang melakukan banyak OTT di beberapa daerah.

Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Aqodir
Gedung KPK 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Penggerak Milenial Indonesia (PMI), M. Adhiya Muzakki menanggapi isu pemberhentian 56 pegawai KPK yang sempat trending di media sosial.

Menurut Adhiya, pemberhentian seorang pegawai merupakan hal yang wajar dan biasa  saja.

Dirinya heran dengan masyarakat yang merespon berlebihan atas keputusan itu.

"Pemberhentian pegawai itu hal biasa di sebuah instansi pemerintahan. Ada yang keluar, ada yang masuk. Itu sudah hukum alam," ujarnya saat diminta keterangan di Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Adhiya merasa heran dengan orang-orang yang membawa masalah ini ke meja Presiden.

Padahal, sebagaimana dikatakan oleh Badan Kepegawaian Negara, Bima, 56 pegawai tersebut belum berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN), sehingga pemberhentiannya menjadi wewenang pimpinan KPK.

Seluruh pegawai tersebut akan diberhentikan dengan hormat per 30 September 2021.

Adhiya menilai, orang-orang yang menganggap pemberhentian 56 pegawai KPK itu merupakan bentuk pelemahan terhadap KPK, maka hal itu merupakan kesalahan besar.

Pasalnya, terdapat ribuan pegawai KPK yang bekerja. Tidak hanya 56 orang yang akan diberhentikan sebagai pegawai KPK itu.

"Jangan berpikir, KPK akan lemah hanya karena 56 orang yang akan diberhentikan. KPK terdiri dari ribuan orang yang memiliki semangat yang sama untuk memberantas korupsi di negeri ini," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved