Breaking News:

Kerumunan di Holywings Kemang

Manajer Holywings Kemang Jadi Tersangka, Wagub DKI: Kita Ingin Warga Patuh

Menurut Riza, hal itu merupakan kewenangan pihak kepolisian, sehingga harus dihormati karena telah sesuai dengan hukum yang berlaku

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Suasana Kafe Holywings Kemang, Jakarta Selatan setelah disanksi penutupan 3x24 jam karena melanggar aturan PPKM Level 3, Senin (6/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta angkat bicara soal Manajer Holywings Kemang  berinisial JAS menjadi tersangka.

Melalui Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Pemprov DKI Jakarta memberikan tanggapannya terkait penetapan tersangka JAS.

Menurut Riza, hal itu merupakan kewenangan pihak kepolisian, sehingga harus dihormati karena telah sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Itu kan wilayah kewenangan dari kepolisian, kita hormati hukum yang ada dan yang berlaku. Prinsipnya, kita ingin seluruh warga patuh, taat dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Tentu bagi siapa saja yang melanggar, yang punya tanggung jawab, harus melaksanakan protokol kesehatan," katanya di Balai Kota, Jumat (17/9/2021).

Setiap warga yang melanggar aturan protokol kesehatan, akan dikenakan sanksi sosial maupun sanki administrasi.

Untuk sejumlah tempat usaha juga bisa berakhir dengan pencabutan izin permanen bila pelanggaran dilakukan secara berulang.

"Kalau baik, tentu harus mendapatkan reward atua penghargaan, sebaliknya kalau melanggar tentu harus mendapatkan sanksi. Sanksinya apa? seperti yang disampaikan mulai dari sanksi administrasi, kerja sosial, denda, penutupan smeentara, pencabutan izin sampai dengan pidana. Kami serahkan masalahnya kepada kepolisian dalam hal ini," tandasnya.

Baca juga: Outlet Manajer Holywings Kemang Jadi Tersangka, Terkait Kerumunan dan Langgar Jam Operasional

Dilansir dari Tribunnews, Manajer Holywings Kemang ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan.

Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya menetapkan Manajer Holywings Kemang berinisial JAS sebagai tersangka akibat tidak menerapkan prokes ketat dan melanggar jam operasional kafe tersebut.

Kabid Humas Polda Mentro Jaya Kombes Pold Yusri Yunus mengatakan tersangka telah terbukti melakukan tindak pidana.

Satpol PP memasang spanduk bertuliskan pembekuan sementara izin selama masa PPKM di kafe Holywings Kemang, Jakarta Selatan, Senin (6/9/2021).
Satpol PP memasang spanduk bertuliskan pembekuan sementara izin selama masa PPKM di kafe Holywings Kemang, Jakarta Selatan, Senin (6/9/2021). (TribunJakarta/Annas Furqon Hakim)

"Berdasarkan hasil gelar perkara oleh penyidik dari sidik ke lidik, ditetapkan satu orang tersangka inisial JAS. JAS merupakan Manajer Holywings Kemang," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (17/9/2021).

Penetapan JAS sebagai tersangka karena telah melanggar undang-undang wabah penyakit menular.

Dalam pemeriksaan polisi, rupanya JAS juga telah tiga kali melanggar aturan terkait pelanggaran protokol kesehatan dan jam operasional yang diperbolehkan selama PPKM Level 3 di Jakarta.

"JAS sudah tiga kali diberi sanksi. Dia juga tidak menerapkan scan barcode untuk pengunjung," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved