Breaking News:

Wagub DKI Minta Kesadaran Para Pelaku Usaha untuk Menutup Iklan Rokok di Toko

Satpol PP DKI Jakarta mulai gencar menutup iklan dan etalase rokok di minimarket maupun swalayan.

Kompas.com/SONYA TERESA
Petugas satpol PP Jakarta Barat menutup display rokok di sebuah minimarket dengan kain putih pada Senin (13/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta kesadaran para pelaku usaha untuk menurunkan atau menutup iklan rokok di tokonya.

Pasalnya, masih banyak minimarket hingga toko kelontong yang masih memajang iklan rokok.

Padahal Pemprov DKI sudah melarang adanya iklan rokok, baik di tempat umum maupun tertutup.

"Kami ingin masyarakat semua tidak harus disiplin karena aturan, karena ada sanksi, ada aparat. Harus ada kesadaran, kita harus patuh," ucapnya, Jumat (17/9/2021).

"Taat dan disiplin dengan kesadaran sendiri, karena itu menjadi satu kebutuhan," tambahnya menjelaskan.

Sanksi bagi pedagang yang masih bandel memasang iklan rokok pun bakal diberikan.

Regulasi yang mengatur hal ini pun kini tengah digodok Pemprov DKI Jakarta.

"Ini masih berproses, dalam penerapan regulasi pasti ada reward dan punishment. Secara bertahap nanti kami akan atur mekanismenya," ujarnya di Balai Kota.

Diberitakan sebelumnya, Satpol PP DKI Jakarta mulai gencar menutup iklan dan etalase rokok di minimarket maupun swalayan.

Baca juga: Boleh Jualan, Tapi Tak Dipajang, Satpol PP Tutup Etalase Rokok Minimarket di Jakarta dengan Kain

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved