Breaking News:

Kontrak Kerja Sama TPST Bantargebang Milik DKI Berakhir Oktober 2021, Pemkot Bekasi Lakukan Evaluasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tengah melakukan evaluasi, hal ini disampaikan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Sabtu (18/9/2021).

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Aktivitas pemulung di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa, (23/6/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kontrak kerja sama Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berakhir Oktober 2021 ini.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tengah melakukan evaluasi, hal ini disampaikan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Sabtu (18/9/2021).

"Kita lagi evaluasi kerja sama itu yang bulan Oktober (2021) kalau nggak salah habis," kata pria yang akrab disapa Pepen.

Pihaknya mengiginkan, Pemprov DKI Jakarta dapat membuat program khusus soal pengelolaan di TPST Bantargebang agar mengurangi deposit gunung sampah yang ada.

"Harus ada tempat pembuangan sampah terpadu yang menggunakan energi terbarukan, yaitu menjadi listrik, menjadi bahan batu briket bara, supaya mengurangi deposit," jelasnya.

Baca juga: PLTSa di Bantargebang Mampu Mengubah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi

Sejauh ini, gunungan sampah di TPST Bantargebang sudah nyaris melebihi kapasitas. Hal ini disebabkan pemrosesan sampah masih didominasi menggunakan cara open dumping dan landfill.

Cara tersebut memang cukup sederhana, sampah ditumpuk begitu saja tanpa pemrosesan lanjutan, sedangkan cara landfill sampah diratakan dan didapatkan menggunakan alat berat lalu dilapisi dengan tanah.

"Kita lagi bersama sekarang membahas tentang perjanjian kerja samanya, kan itu setiap 5 tahun sekali dievaluasi," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved