Breaking News:

Lapas Tangerang Terbakar

Belum Teridentifikasi, Jenazah WN Nigeria Korban Lapas Tangerang Masih di RS Polri Kramat Jati

DVI masih menunggu data pembanding mengidentifikasi jenazah Samuel Machado Nhavene, narapidana korban kebakaran Lapas

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Bima Putra
Ilustrasi Proses penyerahan jenazah narapidana korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang yang sudah teridentifikasi ke pihak keluarga di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (11/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Tim Disaster Victim Identification (DVI) masih menunggu data pembanding mengidentifikasi jenazah Samuel Machado Nhavene, narapidana korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang.

Konsultan Operasi DVI Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Kombes Pramujoko mengatakan pihaknya masih menunggu sampel DNA antemortem dari warga negara asing (WNA) asal Nigeria itu.

"Tinggal dia saja (narapidana korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang) yang belum kami terima data pembanding DNA-nya," kata Pramujoko saat dikonfirmasi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (19/9/2021).

Data DNA antemortem yang dicocokkan dengan data DNA postmortem itu rencananya diserahkan pihak keluarga Samuel ke Tim DVI melalui Kedutaan Besar Nigeria untuk Indonesia.

Baca juga: Jenazah WNA Portugal Korban Lapas Tangerang Belum Diserahkan ke Keluarga, Begini kata Kemenkumham

Ditjen PAS pun sudah bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Nigeria guna mendapat data pembanding DNA antemortem Samuel.

Lantaran belum dinyatakan teridentifikasi, hingga kini jenazah Samuel masih berada di ruang Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur lokasi Posko Postmortem Tim DVI berada.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menggelar trauma healing untuk para narapidana di Lapas Kelas 1 Tangerang, Jumat (17/9/2021).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menggelar trauma healing untuk para narapidana di Lapas Kelas 1 Tangerang, Jumat (17/9/2021). (ISTIMEWA)

"Untuk pencocokan data DNA dilakukan di laboratorium Pusdokkes (Pusat Kedokteran dan Kesehatan) Polri di Cipinang (Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur)," ujar Pramujoko.

Sejak Rabu (15/9/2021) Tim DVI memang menyatakan bahwa jenazah Samuel dapat dikenali berdasar pemeriksaan medis di Posko Postmortem, tapi belum dinyatakan 100 persen teridentifikasi.

Baca juga: Jenazah Bambang, Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Dimakamkan di TPU Karet Bivak

Alasannya dalam metode DVI terdapat tiga parameter primer identifikasi, yakni sidik jari, gigi, dan DNA yang pada ketiganya terdapat karakter khusus penunjuk identitas seseorang secara medis.

"Dari secara medis dalam arti antropologi kami bisa membedakan antara WNA dan WNI. Namun karena kami memerlukan primer (identifikasi pembanding primer)," kata Komandan Operasi DVI Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang Kombes Hery Wijatmoko, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Napi Selamat Ini Didatangi Satu Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang, Merasa Takut Sendirian

Dalam kasus kebakaran Blok C2, Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu (8/9/2021) terdapat dua narapidana WNA yang jadi korban tewas, yakni Samuel dan Ricardo Ussumane Embalo (51).

Bedanya, jenazah Ricardo yang merupakan WNA asal Portugal sudah dinyatakan teridentifikasi pada Senin (13/9/2021) dan pada Senin (20/9/2021) rencananya dibawa ke negara asal untuk dimakamkan.

--

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved