Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Anak Dibawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal di Jakarta, Wagub DKI: Tandanya Jakarta Semakin Membaik

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria beri respon positif terkait uji coba pusat perbelanjaan bagi anak dibawah usia 12 tahun.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Suasana di Mal Kota Kasablanka Jakarta Selatan yang kembali dibuka, Selasa (10/8/2021). Pemerintah membolehkan mal di empat kota yang masih merapkan PPKM level 4 buka kembali hingga pukul 20.00 namun dengan persyaratan hanya 25 persen pengunjung, mewajibkan pengunjung menunjukan sertifikat vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi dan usia di bawah 12 tahun dan di atas 70 tahun dilarang masuk. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria beri respon positif terkait dibukanya pusat perbelanjaan bagi anak dibawah usia 12 tahun.

Setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Ibu Kota masih berada di level 3.

Kabar baiknya, Jakarta menjadi satu diantara lima kota yang akan melakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan untuk anak dibawah usia 12 tahun.

Merespon positif, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan ini sebagai tanda bahwa Ibu Kota semakin membaik.

"Ya alhamdulillah berarti itu tandanya Jakarta semakin baik, semakin aman, covidnya semakin turun," jelasnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (20/9/2021).

Lebih lanjut, Riza menuturkan peran orangtua sangat penting dalam kondisi seperti ini.

Pengawasan terhadap anak-anak terkait protokol kesehatan tetap menjadi perhatian penting bagi para orangtua.

Baca juga: Luhut: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sampai 4 Oktober, Pintu Masuk WNA Dibuka dengan Karantina Ketat

"Y tentu harus tanggung jawab orangtua dijaga, sedapat mungkin sekali lagi tempat yang terbaik apalagi bagi anak-anak dan orangtua aalah di rumah. Semuanya juga yang lebih baik di rmh, terlebih lagi bagi anak-anak dan orangtua," jelasnya.

Ia pun meminta masyarakat untuk mengurangi mobilitas keluar dan tetap berada di rumah.

Mengingat pelonggaran yang ada, semakin berpotensi meningkatkan penyebaran Covid-19 lantaran interaksi antar individu dan masyarakat semakin meningkat.

"Jadi kami minta tetap di rumah, justru dimasa pelonggaran ini potensi orang keluar rumah meningkat, potensi kerumunan meningkat, pada akhirnya potensi interaksi dapat meningkat dan pada akhirnya potensi orang tertular juga bisa meningkat. Jadi justru saat-saat sekarang harus lebih ketat disiplin diri, hindari kerumunan, berada di rumah tempat terbaik," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved