Daripada Bangun Tugu Sepatu, DPRD DKI Kent: Lebih Baik Bangun Tugu Ondel Ondel, Ada Nilai Sejarahnya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun tugu sepatu di pinggir Jalan Sudirman, tepatnya di dekat Stasiun Sudirman BNI City.

Editor: Wahyu Aji
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun tugu sepatu di pinggir Jalan Sudirman, tepatnya di dekat Stasiun Sudirman BNI City, Jakarta Pusat.

Diketahui, tugu sepatu tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif, salah satunya dengan PT Jakarta Tourisindo (Jaktour).

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth menilai pembangunan Tugu Sepatu tersebut sangat lucu dan tidak ada manfaat serta arti positif bagi masyarakat Jakarta.

"Tidak ada manfaatnya untuk masyarakat Jakarta membangun Tugu Sepatu seperti itu, apalagi di tengah situasi masyarakat yang serba sulit ekonominya karena terdampak Pandemi Covid-19. Selain itu juga tidak ada essensi dan nilai positifnya," kata Kenneth dalam keterangannya, Senin (20/9/2021).

Kata pria yang akrab disapa Kent itu menambahkan, walaupun pembangunan Tugu Sepatu tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), akan tetapi tidak elok jika membangun tugu tersebut di tengah-tengah kota karena dapat merusak estetika Tata Kota.

"Sekarang kondisi lagi serba sensitif, Masyarakat lagi susah ekonominya karena dampak Pandemi Covid-19 ini. seharusnya Gubernur Anies sadar dan bisa mempunyai empati terhadap perasaan Masyarakat Jakarta, dan Jika sekecil berapapun rupiah yang didapatkan dari CSR atau dari sumber manapun itu betul-betul setiap sen-nya harus bermanfaat dan bisa di pertanggung jawabkan terhadap Masyarakat Jakarta. Pembangunan Tugu Sepatu ini untuk apa tujuan dan esensinya?, Apakah bermanfaat bagi Masyarakat DKI Jakarta?, Coba tolong Pemprov DKI Jakarta silahkan membuat kuisioner untuk meminta pendapat kepada Masyarakat Jakarta, Coba tanyakan apakah Masyarakat DKI Jakarta mendukung atau menolak pembangunan Tugu ini, Saya ingatkan, sebaiknya segala bentuk kegiatan atau apapun produk yang akan dibuat dan yang telah di buat, seharusnya bisa melibatkan peran Masyarakat Jakarta di dalamnya. Lakukanlah secara demokratis, Hargai Masyarakat Jakarta, jangan dengan cara Feodal seperti ini". ketusnya.

Baca juga: Tugu Sepatu di Sudirman Dibongkar, Sempat Jadi Kontroversi Hingga Sasaran Vandalisme

Kent juga mempertanyakan, apakah pembangunan Tugu Sepatu tersebut benar-benar bertujuan untuk mempercantik kota Jakarta atau memang bertujuan untuk beriklan, tetapi di kemas dalam bentuk pembuatan tugu. Pasalnya, model sepatu yang dibuat menjadi tugu tersebut mirip dengan salah satu merek sepatu tertentu.

"Kemudian Saya juga jadi heran dan bertanya, itu sebenarnya pembangunan Tugu Sepatu tersebut untuk bertujuan beriklan atau bagaimana? Kalau memang untuk tujuannya beriklan, Gubernur Anies harus jujur dan fair dong untuk mengakui itu semua, Jangan membohongi Masyarakat Jakarta dan kalau memang beriklan pasti ada uang kontribusi yang cukup lumayan masuk ke rekening Pemprov DKI Jakarta dan bagaimana pertanggung jawabannya kepada Masyarakat DKI Jakarta terkait Uang Kontribusi tersebut? Jikalau tidak, menurut saya sangatlah aneh, tidak mungkin membangun tugu sepatu tersebut jikalau tidak ada maksud tertentu," tegas Kent.

Oleh karena itu, sambung Kent, alangkah baiknya jika Pemprov DKI Jakarta membangun tugu atau prasasti Ondel-Ondel Betawi di tengah-tengah Ibukota Jakarta yang lebih mempunyai nilai seni dan sejarah, agar kaum milenial bisa belajar dan tidak melupakan sejarah, mengapa Ondel-Ondel menjadi ikon Kota Jakarta.

"Lebih baik membangun Tugu Ondel-Ondel Betawi yang lebih ada artinya, jadi kaum milenial bisa mengetahui histori Ondel-Ondel Betawi kenapa bisa menjadi ikon Jakarta. Buat Tugu Ondel-Ondel Betawi lalu di bawahnya diberi penjelasan mengenai histori-nya, awal mula dikenal Ondel-Ondel dan mengapa jadi kebudayaan dan ikon Kota Jakarta. Di banding membangun Tugu Sepatu yang tidak ada nilai seni, hal positif dan manfaatnya sama sekali, bentuk tugu sepatu tersebut pun aneh kalau di lihat dan terkesan di buat asal-asalan. menggunakan ruang di Jakarta ini harus memikirkan apa manfaat yang bisa di dapat oleh Masyarakat Jakarta, jangan seperti ini dong, nyeleneh banget, Kemarin Tugu Bambu di Bundaran HI, kemudian Gabion dan Tugu Sepeda, sekarang Tugu Sepatu, berikutnya apa lagi? Tugu Anies Baswedan?" ketus Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.

Kepala BAGUNA (Badan Penanggulangan Bencana) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta ini pun menilai, Anies Rasyid Baswedan tidak terlalu gencar melestarikan kebudayaan Betawi sebagai orang nomor satu di Jakarta itu. Padahal sudah kewajiban kepada Pejabat Daerah untuk melestarikan kebudayaan seperti tertuang di dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 4 Tahun 2015, Tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.

Kata Kent, dalam Perda Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 4 Tahun 2015, Tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi, tertuang dalam Pasal 1 Nomor 13 'Jatidiri bangsa adalah karakter budaya dan karakter sosial yang menjadi diri pengenal bangsa tertentu' dan Nomor 25 'Ornamen atau arsitektur adalah bangunan atau bagian bangunan atau lambang-lambang atau simbol-simbol mencirikan kebetawian'.

Baca juga: Wagub DKI: Vandalisme di Tugu Sepatu Nodai Jakarta

Hal itu dilakukan bertujuan untuk melindungi, mengamankan, dan melestarikan budaya Betawi; memelihara dan mengembangkan nilai-nilai tradisi Betawi yang merupakan jatidiri dan sebagai perlambang kebanggaan masyarakat Betawi dalam masyarakat Jakarta yang multikultural; dan meningkatkan pemahaman kesadaran Masyarakat terhadap kebudayaan Betawi.

"Jika Tugu Ondel-Ondel Betawi dibangun hal itu bisa meningkatkan kepedulian, kesadaran, dan aspirasi Masyarakat terhadap peninggalan budaya Betawi, dan bisa membangkitkan semangat cinta tanah air, nasionalisme, dan patriotisme dan Kebanggan terhadap Masyarakat Betawi itu sendiri. Ingat, ini Kota Jakarta, kampungnya orang Betawi, harga diri dan martabat orang Betawi harus dibela dan dijaga," tutur Kent.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved