Breaking News:

Rumput Hybrid Sudah Dipasang di Jakarta International Stadium, Akhir Tahun Diharapkan Bisa Digunakan

Pemasangan rumput hybrid mulai dilakukan di Lapangan utama Jakarta International Stadium (JIS).

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Foto-foto terkini dari lokasi pembangunan Jakarta International Stadium, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Foto diambil pada Selasa (24/8/2021) kemarin. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemasangan rumput hybrid mulai dilakukan di Lapangan utama Jakarta International Stadium (JIS).

Project Manager Jakarta International Stadium (JIS) Arry Wibowo mengatakan uji coba pemasangan rumput di stadion utama telah dilakukan pada Minggu (19/9/2021) malam.

Namun, sebelum menggelar rumput hybrid di lapangan utama, kata Arry, didahului dengan pengerjaan kontruksi lainnya untuk memperkuat struktur lapangan sekaligus memenuhi standar Fédération Internationale de Football Association (FIFA).

Pengerjaan ini dijelaskannya tidak sederhana dan harus didahului dengan ujicoba pemasangan rumput. Sebagai contoh, lapangan utama dibuat batu split dan di bawahnya banyak sekali jaringan utilitasnya.

"Gunanya agar pada saat hujan lapangan tidak becek, karena bisa menyerap dalam hitungan detik. Lalu ada penyiraman otomatis melalui sprinkler untuk menjaga standar FIFA yang harus kita penuhi. Alhamdullilah saat ini sudah bisa kita lakukan ujicoba pemasangan," kata Arry dalam rilisnya, Senin (20/9/2021).

Lebih lanjut, penggunaan rumput hybrid JIS ini berdasarkan hasil studi banding dengan sejumlah
negara yang telah memiliki stadion berstandar FIFA, seperti di Singapura, Inggris, dan Spanyol serta dinilai sangat cocok dengan kondisi iklim pesisir.

Baca juga: Pembangunan Jakarta International Stadium Sudah 68 Persen

Adapun untuk penggunaannya, rumput hybrid ini perpanduan antara rumput sintetis dan rumput alami.

"Komposisinya, 5 persen adalah rumput sintetis asal Italia berjenis Limonta dan 95 persennya rumput alami dengan jenis variestas Zoysia Matrella yang di datangkan langsung dari Boyolali, Jawa Tengah," lanjutnya.

Selain itu, kelebihan lain dari rumput hybrid yakni lapangan dapat digunakan hingga 1.000 jam pertandingan bila dibandingkan hanya menggunakan rumput natural, yang hanya 300 jam pertandingan, serta memiliki daya serap air yang baik.

"Dengan memakai rumput hybrid, JIS dimungkinkan menghelat dua pertandingan dalam satu hari
di pertandingan resmi berstandar FIFA," katanya.

Dengan adanya pemasangan rumput ini, diharapkan pada penghujung tahun ini stadion utama JIS sudah bisa dimainkan (play-able).

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved