Breaking News:

Formula E

Sebut Formula E Langgar Aturan Sejak Awal, Politikus PDIP Salahkan BPK hingga Kemendagri

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dinilai lalai lantaran tak bisa mengungkap kejanggalan penganggaran Formula E

ISTIMEWA
Ilustrasi Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak menilai BPK dan Kemendagri lalau terkait Formula E 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dinilai lalai lantaran tak bisa mengungkap kejanggalan penganggaran Formula E sejak 2019.

Hal ini diungkapkan anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak yang menganggap Formula E sudah bermasalah sejak awal.

Pasalnya, anggaran Formula E dimasukkan secara tiba-tiba dalam APBD Perubahan (APBD-P) 2019.

Menurutnya, hal ini menyalahi UU Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara, di mana pada Pasal 17 ayat (2) dijelaskan bahwa penyusunan APBD berdasarkan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD).

Baca juga: Nilai Formula E Langgar Aturan Sejak Awal, Poltikus PDIP: Mas Anies Menyalahgunakan Wewenang

Sedangkan, penganggaran dilakukan hanya karena keinginan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar Formula E sepulangnya dari New York, Amerika Serikat.

"Ini kelalaian dari BPK, karena tidak disebutkan dalam laporan BPK. Padahal sudah jelas melanggar aturan," ucapnya, Senin (20/9/2021).

Suasana aksi unjuk rasa tolak Pemprov DKI gelar Formula E di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (13/9/2021).
Suasana aksi unjuk rasa tolak Pemprov DKI gelar Formula E di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (13/9/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Temuan soal Formula E pun baru muncul pada laporan hasil pemeriksaan keuangan Pemprov DKI tahun anggaran 2020 lalu.

Dalam laporannya itu, BPK memberi catatan agar Pemprov DKI merevisi studi kelayakan dan mencari sponsor untuk menggelar balap mobil listrik bertaraf internasional tersebut.

Baca juga: Bayar Uang Komitmen Formula E Lebih Mahal Dibandingkan Montreal, Wagub DKI: Kami Ikuti Aturan

Gilbert pun mengaku heran, BPK tidak menyinggung soal kewajiban mas Anies membayar commitment fee Formula E selama lima tahun berturut-turut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved