Breaking News:

Kasus Penyekapan dan Penganiayaan di Duren Sawit Berakhir Damai, Korban Bakal Ganti Uang Investor 

Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap Makmur dan Ashari di satu rumah wilayah Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, berakhir damai.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
iStock
Ilustrasi penganiayaan - Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap Makmur dan Ashari di satu rumah wilayah Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, berakhir damai. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap Makmur dan Ashari di satu rumah wilayah Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur berakhir damai.

Meski keduanya mengalami luka memar di bagian mata.

Mereka sepakat tidak menempuh jalur hukum karena pelaku penganiayaan merupakan investor yang uangnya mereka bawa.

Paur Min Ops Unit Reskrim Polsek Duren Sawit Ipda Tatan mengatakan kedua korban sepakat tidak menempuh jalur hukum dan menyatakan bakal mengganti uang investor yang sudah diserahkan.

"Korban enggak mau buat laporan masalah itu ya, masalah pemukulan. Akhirnya ya sepakat untuk musyawarah dan tidak melakukan upaya hukum apapun," kata Tatan saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Selasa (21/9/2021).

Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan (TribunKaltim)

Saat dibawa ke Mapolsek Duren Sawit pada Senin (20/9/2021), penyelidik sudah menanyakan apa Makmur dan Ashari bakal melaporkan tindak penganiayaan dilakukan M, I, R, dan N.

Tapi mereka menyatakan tidak ingin membuat laporan dan mengakui sudah menerima uang dalam jumlah banyak dari investor untuk bisnis pengolahan biji plastik dijalankan.

Baca juga: Korban Penyekapan di Duren Sawit Diduga Pelaku Penipuan Investasi, Bawa Kabur Uang Rp 1 Miliar

Pelaku penganiaya yang merupakan investor pun sepakat tidak melaporkan kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dilakukan Makmur dan Ashari ke kepolisian.

"Dengan menjamin sertifikat tanah. Dari si pihak inisial ini mau menyelesaikan perkara secara kekeluargaan, karena ada pembicaraan seperti itu, akhirnya enggak jadi dilaporkan ke polisi, masalah penipuan penggelapannya," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved