Breaking News:

Hakim Pengadilan Negeri Depok Vonis Mati Bandar 46 Kg Sabu, Terdakwa Pikir-pikir Ajukan Banding

Terdakwa kasus narkotika jenis sabu divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok

Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Suasana di depan Pengadilan Negeri Depok, Cilodong, Kota Depok. 

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Terdakwa kasus narkotika jenis sabu divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok Mohammad Darmo Wibowo dengan anggota Yuanne Marrieta dan M. Iqbal Hutabarat di Pengadilan Negeri Depok, Cilodong, Kota Depok pada Selasa (21/9/2021).

Terdakwa adalah Muhammad Abidin alias Neji alias Eddi Pranoto (36), dari tangan terdakwa turut diamankan barang bukti berupa 46 kilogram sabu.

Akibatnya, Majelis hakim menjatuhi perkara bernomor 193/Pid.sus/2021/PN Dpk yang berkiblat pada Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menyatakan Terdakwa Muhammad Abidin alias Neji alias Eddy Pranoto telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak Pidana pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menjadi penghubung dalam jual beli Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram," ucap Darmo saat sidang di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Depok pada Selasa (21/9/2021).

Vonis ini pun sejalan dengan tuntutan hukum yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hengki Charles dengan tuntutan pidana mati.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim memutuskan terdakwa untuk tetap berada di tahanan sembari menanti eksekusi dilakukan.

Baca juga: Diserang Sekelompok Orang Tidak Dilkenal, Remaja Asal Depok Terbaring Lemah di RS

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Muhammad Abidin alias Neji alias Eddy Pranoto oleh karena itu dengan pidana mati. Memerintahkan Terdakwa untuk tetap berada dalam tahanan sampai proses eksekusi dilaksanakan," ujar Darmo.

Dalam putusannya, Majelis Hakim memerintahkan barang bukti dirampas untuk dimusnahkan diantaranya dua buah koper warna hitam merek Polo Twin, dua unit handphone merek Xiaomi dan Nokia, satu buah timbangan warna merah cream merek KrisChef.

Lalu, satu buah tas ransel warna merah, satu buah dompet merek Biagy warna hitam yang di dalamnya terdapat satu buah kartu ATM BCA dan satu buah KTP atas nama Eddy Pranoto.

Perampasan untuk dimusnahkan juga berlaku bagi barang bukti puluhan sabu, namun demikian pemusnahan dilakukan setelah didapat hasil laboratorium.

Baca juga: Hujan Deras dan Puting Beliung Selasa 21 September 2021 Jadi Bencana Terparah di Depok

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved