Breaking News:

Hasil Survei: 36,9 Responden Tak Puas Proses Pelayanan Vaksinasi yang Tak Teratur

Di antara responden yang tidak puas, alasan yang disebut adalah terlalu ramai dan antrian panjang (58,5%), cek penjelasannya.

TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Suasana Vaksinasi Covid-19 yang diadakan di tempat makam Souw Beng Kong di Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Jumat (10/9/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Hampir semua warga yang sudah mengalami proses vaksinasi pertama ingin menyelesaikan dua dosis, dan sebagian besar puas dengan prosesnya dengan beberapa catatan perbaikan dalam pelaksanaannya. 

Hal ini berdasarkan hasil survei Change.org Indonesia, Katadata Insight Center (KIC) dan KawalCOVID19.id.

Survei ini disebarkan 6-21 Agustus 2021 secara online ke seluruh Indonesia dengan melibatkan 8.299 responden menggunakan metode convenience sampling. 

Head of Katadata Insight Center (KIC) Adek Media Roza menyebutkan bahwa 32,8% dari 6.468 responden divaksinasi di sentra yang diadakan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, disusul dengan Puskesmas (21,8%) dan sentra vaksinasi non-pemerintah (17,2%).

Sebesar 9,2% responden menyatakan divaksinasi di tempat kerja.

Gerai vaksinasi di Plaza Cibubur, Jalan Alternatif Cibubur, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.
Gerai vaksinasi di Plaza Cibubur, Jalan Alternatif Cibubur, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. (Humas Pemkot Bekasi)

Kemudian, 35,4% (atau 2.288) responden yang sudah divaksinasi baru mendapatkan satu dosis ketika survei berlangsung, dan 93.9% dari mereka berniat melengkapi dosis kedua.

Namun ada 6,1% yang tidak yakin dan tidak ingin melengkapi dosis kedua dengan alasan ragu akan efektivitas vaksin (56,8%), efek sampingnya terlalu berat (23,7%) dan takut keramaian ketika proses vaksinasi (12,2%).

Ada juga di kelompok ini beberapa orang yang sedang menjalani isolasi maupun yang baru sembuh dari Covid-19 sehingga harus menunda dosis keduanya.

Baca juga: Selama Pandemi Covid-19, Pemprov DKI Kumpulkan Rp 6,1 M dari Denda Pelanggar Prokes

Temuan lain survei ini adalah 2,5% atau 162 responden yang sudah divaksinasi mengatakan bahwa mereka sudah menerima dosis ketiga, 90% lebih dari mereka adalah tenaga kesehatan.

Tapi ada 16 responden yang mengatakan ditawari dosis ketiga oleh pejabat setempat, ada informasinya jadi mereka datang untuk suntikan ketiga, punya kenalan yang mengurus tempat vaksinasi, sampai membayar untuk mendapatkan dosis ketiga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved