Breaking News:

Pemkot Bekasi 2021

Kadisdik Kota Bekasi Imbau Guru Perketat Prokes Selama PTM di Situasi Pandemi Covid-19

Kadisdik Kota Bekasi Inayatulah mengimbau seluruh guru memperketat protokol kesehatan (prokes), hal ini lantaran situasi Covid-19 masih terjadi

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatulah saat melakukan evaluasi dan monitoring PTM terbatas di sekolah-sekolah.  

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bekasi Inayatulah mengimbau seluruh guru memperketat protokol kesehatan (prokes), hal ini lantaran situasi Covid-19 masih terjadi di wilayah setempat.

Inay sapaan akrabnya mengatakan, sekolah di Kota Bekasi saat ini masih menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sejak 1 September 2021 lalu.

"Hasil evaluasi PTM sejauh ini berjalan baik, belum ada temuan (masalah) yang luar biasa," kata Inay, Rabu (22/9/2021).

Dari segi penerapan prokes, seluruh sekolah yang nenggelar sejauh ini telah berjalan baik.

Hanya saja, masing-masing guru terus tidak bosan meningkatkan kedisiplinan kepada siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatulah saat melakukan evaluasi dan monitoring PTM terbatas di sekolah-sekolah. 
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatulah saat melakukan evaluasi dan monitoring PTM terbatas di sekolah-sekolah.  (ISTIMEWA)

"Sudah berjalan bagus, namun harus diperketat dan terus ditingkatkan oleh gurunya dan lakukan evaluasi ditiap harinya, cari yang masih perlu diperbaiki,” jelasnya.

Inay menambahkan, saat ini perluasan sekolah tatap muka terus dilakukan.

Baca juga: Belum Divaksin Covid-19, Pelajar Bisa Naik KRL Cukup dengan Menunjukkan Surat Keterangan PTM

Setiap satuan pendidikan mengirim proposal izin ke Disdik sebelum menggelar kegiatan tersebut.

"Sekarang yang kita siapkan daring dan luring yang sudah diinformasikan ke seluruh sekolah, maka saya mintakan yang mau melakukan luring harus menyampaikan persiapan kepada kami," ucapnya.

"Tidak boleh jalan sendiri sebelum diizinkan. Nanti akan ada tim untuk melakukan review (tinjauan) persiapan agar nanti bisa aman semuanya," terangnya.

Selain itu, seluruh pihak termasuk orangtua agar sama-sama membantu meningkatkan prokes baik di lingkungan sekolah dan di manapun berada.

Baca juga: Ustaz di Bekasi Dipepet dan Diacungkan Benda Berbahaya, Tak Berkutik saat Motor Dibawa Kabur

"Kita sudah lakukan pengetatan, dari warga sekolah maupun para orangtua yang mengantarkan anaknya. Saya sudah komunikasi, untuk mereka-mereka ini untuk diketatkan lagi prokesnya," ucapnya.

"Ini sudah baik yang PTMT maupun yang tidak PTM. Mari jaga kondisi ini secara gotongroyong agar semuanya berjalan dengan baik," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved