Breaking News:

Penampakan Sampah Plastik hingga Batang Pohong Pisang Menumpuk Dekat Rumah Wakil Wali Kota Tangerang

Tumpukan berbagai jenis sampah terlihat di Kali Sipon yang berada di kawasan Cipondoh, Tangerang.

Editor: Wahyu Aji
Wartakotalive.com/Gilbert Sem Sandro
Tumpukan sampah terlihat di Kali Sipon yang berada di kawasan Cipondoh, Tangerang. Mulai dari limbah rumah tangga, botol plastik, kantong kresek, sterofom bekas tempat makanan, kayu, bambu, hingga sebatang pohon pisang berukuran besar berada di tumpukan sampah tersebut. 

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPONDOH - Tumpukan berbagai jenis sampah terlihat di Kali Sipon yang berada di kawasan Cipondoh, Tangerang.

Salah seorang pedagang yang berjualan di lokasi sekitar tumpukan sampah, Risky mengatakan, sampah di kali itu sudah tidak di bersihkan selama sepekan terakhir.

"Sudah seminggu ini tidak ada petugas yang bersihin sampah di kali ini, makanya bisa menumpuk begitu," ujar Risky saat ditemui Tribuntangerang.com, Rabu(22/9/2021).

Kemudian Risky juga mengatakan, tumpukan sampah yang lokasinya tidak jauh dari rumah Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin, tersebut cukup mengganggu masyarakat sekitar ataupun pedagang yang berjualan di pinggir kali itu.

Pasalnya hasil tumpukan berbagai jenis limbah rumah tangga itu, menimbulkan bau yang tidak menyedapkan.

Sehingga hal tersebut dinilai Risky, cukup mempengaruhi minat pelanggan yang ingin menikmati jajanan kuliner yang berada di sepanjang jalan itu.

Baca juga: Pemkot Bekasi Desak Mas Anies Bangun PLTSa di TPST Bantargebang: Kalau Tidak Sampah Makin Menggunung

"Kalau sampah numpuk begini, otomatis pasti ada bau tidak sedap. Jadi pelanggan yang mau makan disini juga gak jadi, mungkin karena tidak bisa menahan baunya," kata Risky.

Melalui pantauan Wartakotalive.com pukul 17.00 WIB, tumpukan sampah yang berada di kali tersebut terdiri dari berbagai macam.

Mulai dari limbah rumah tangga, botol plastik, kantong kresek, sterofom bekas tempat makanan, kayu, bambu, hingga sebatang pohon pisang berukuran besar berada di kali tersebut, menutupi aliran air yang mengalir.

Tikno, salah seorang masyarakat lainnya, juga mengeluhkan tumpuhkan sampah tersebut.

Baca juga: Usaha Pemkot Jakarta Selatan Kurangi Sampah hingga 300 Ton Per Hari, Sekarang Baru 25 Ton

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved