Breaking News:

Penyelidikan Berlanjut, Polisi Periksa Saksi Tambahan Kasus Tewasnya Tiktokers di Jatinegara

Penyelidik Unit Reskrim Polsek Jatinegara menjadwalkan pemeriksaan saksi tambahan dalam kasus tewasnya TikTokers SS

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
ISTIMEWA
Kediaman SS (29) ditemukan meninggal karena mengakhiri hidupnya sendiri di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (2/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Penyelidik Unit Reskrim Polsek Jatinegara menjadwalkan pemeriksaan saksi tambahan dalam kasus tewasnya SS (29) yang diduga akibat mengakhiri hidupnya sendiri saat melakukan siaran live TikTok.

Kanit Reskrim Polsek Jatinegara AKP Tri Sambodo mengatakan satu saksi tambahan tersebut dijadwalkan pada Jumat (24/9/2021) mendatang guna memastikan sebab kematian SS.

"Mudah-mudahan orang yang akan kita minta keterangan datang hari Jumat. Saksinya ini teman korban, mudah-mudahan semuanya lancar," kata Tri saat dikonfirmasi di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (22/9/2021).

Dengan tambahan satu saksi yang bakal diperiksa di Mapolsek Jatinegara, Polrestro Jakarta Timur maka jumlah saksi yang diperiksa dalam kasus tewasnya SS sebanyak tujuh orang.

Setelah melakukan pemeriksaan saksi, rencananya pada Sabtu (25/9/2021) mendatang, penyelidik Unit Reskrim Polsek Jatinegara akan melakukan gelar perkara menentukan kelanjutan kasus.

"Gelar perkara untuk menentukan sikap ke depannya. Apakah peristiwa tersebut peristiwa gantung diri atau kasus pembunuhan. Sebelumnya kita sudah periksa enam orang saksi," ujarnya.

Tri menuturkan hingga kini penyelidik Unit Reskrim Polsek Jatinegara tidak mendapati unsur tindak pidana pembunuhan dalam kasus tewasnya SS pada Kamis (2/9/2021) malam.

Baca juga: Tak Perlu Repot, Begini Cara Daftar Antrian Online untuk Dapat Bahan Pangan Bersubsidi

Baca juga: Cara Download Sertifikat SKD CPNS 2021, Cukup Siapkan NIK KTP dan Nomor Peserta

Hasil pemeriksaan luar jasad SS dilakukan Tim Identifikasi pun tidak mendapati adanya tanda penganiayaan pada jasad, hanya luka di leher diduga akibat saat SS memilih mengakhiri hidup.

"Nanti kalau ada perkembangan terbaru setelah gelar perkara akan kita sampaikan," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved