Breaking News:

Gerakan 30 September

Sekilas Kisah Lettu Pierre Tendean Gugur di Peristiwa G30S/PKI, Wafat Usia 26 Tahun

Sekilas kisah Lettu Pierre Andreas Tendean yang menjadi korban di peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/PKI.

KOMPAS/WIENDA PUTRI
Foto Ade Irma Suryani Nasution bersama Lettu Pierre Tendean di Museum DR. A.H Nasution, Jakarta. Sekilas kisah Lettu Pierre Andreas Tendean yang menjadi korban di peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/PKI. 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Sekilas kisah Lettu Pierre Andreas Tendean yang menjadi korban di peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/PKI.

Kisah Pierre Tendean kini masih dapat disaksikan di Museum Abdul Haris (AH) Nasution yang ada di Jalan Teuku Umar Nomor 40, Menteng Jakarta Pusat.

Di sana, terdapat diorama penangkapan Pierre Tendean oleh pasukan Tjakarabirawa.

Pierre Tendean merupakan pengawal pribadi Jenderal AH Nasution sejak 15 April 1965 menggantikan Kapten Manullang yang gugur saat menjaga perdamaian di Kongo.

Foto Ade Irma Suryani Nasution bersama Lettu Pierre Tendean di Museum DR. A.H Nasution, Jakarta
Foto Ade Irma Suryani Nasution bersama Lettu Pierre Tendean di Museum DR. A.H Nasution, Jakarta (KOMPAS/WIENDA PUTRI)

Saat itu, usianya masih 26 tahun, sehingga menjadikan Pierre sebagai pengawal termuda Jenderal AH Nasution.

Pierre Tendean cukup dekat dengan kedua adak Jenderal Nasution, yakni Ade Irma Suryani dan Hendrianti Sahara Nasution.

Baca juga: Ibu Ageng Meninggal, Mengenal Peran Penting Sang Suami Sarwo Edhie Wibowo Penumpas G30S PKI

Hal ini dibuktikan dengan adanya foto mereka yang dipajang di Museum AH Nasution.

Gugurnya Pierre Tendean

Biasanya, pada tanggal 30 September Pierre Tendean ada di Semarang untuk merayakan hari ulang tahun ibunya.

Meski demikian, 30 September 1965 itu ia tetap berada di Jakarta karena menjalankan tugas sebagai ajudan Jenderal AH Nasution.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved