Breaking News:

Korupsi Proyek Rumah DP 0 Rupiah

Trubus Sebut KPK Ingin Tahu Sejauh Mana keterlibatan Mas Anies di Kasus Pengadaan Tanah Munjul

Trubus menilai peran Gubernur DKI dan Ketua DPRD DKI sangat penting terkait pembelian lahan di Munjul.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
Tangkapan layar Kompas TV
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah 

Terkait kebijakan publik, kata Trubus memang perlu diawasi secara ketat. Sehingga ia memberikan apresiasi terhadap Anies dan juga Prasetyo yang telah memenuhi panggilan tim penyidik KPK.

"Nantikan KPK punya alat bukti untuk mengkroscek benar nggak ini jumlahnya dari Gubernur. Jadi Gubernur nanti bawa data juga kan, apa yang dia tanda tangani. Jadi ini memang dalam kebijakan publik, potensi-potensi yang malaadministrasi, korupsi memang sangat tinggi. Tapi sekarang kita menyorotinya akuntabilitas dan pengawasannya," tandasnya.

Dilansir dari Kompas.com, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi pada Selasa (21/9/2021).

Anies dan Prasetyo Edi diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur pada tahun 2019.

Baca juga: Senang Bantu KPK Soal Korupsi Lahan Munjul, Kenangan Anies Saat Jabat Rektor Paramadina

Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan.

"Informasi yang kami terima benar, tim penyidik mengagendakan pemanggilan saksi untuk tersangka YRC (Yoory Corneles Pinontoan) dkk, diantaranya yaitu Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) dan Prasetyo Edi Marsudi ( Ketua DPRD DKI Jakarta) untuk hadir pada Selasa (21/9/2021) bertempat di Gedung KPK Merah Putih," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri Senin (20/9/2021).

Ali menjelaskan, pemanggilan seseorang sebagai saksi berdasarkan kebutuhan penyidikan.

Sehingga, dari keterangan para saksi itu, perbuatan para tersangka tersebut menjadi lebih jelas dan terang.

"Saat ini, Tim Penyidik terus melengkapi berkas perkara tersangka YRC dkk dengan masih mengagendakan pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah saksi," ucap Ali.

"KPK berharap kepada para saksi yang telah dipanggil patut oleh tim penyidik untuk dapat hadir sesuai dengan waktu yang disebutkan dalam surat panggilan dimaksud," tutur dia.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima orang tersangka. Selain Yoory, ada juga Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene dan Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian.

Kemudian, Korporasi PT Adonara Propertindo, dan Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudi Hartono Iskandar.

KPK menduga ada kerugian keuangan negara setidak-tidaknya Rp 152,5 miliar akibat kasus tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved