Hasil Studi: 70 Juta Orang di Asia Tenggara Jadi Konsumen Digital Sejak Awal Pandemi

Sebanyak 70 juta orang di Asia Tenggara telah menjadi konsumen digital sejak awal pandemi berlangsung.

Freepik
Sebanyak 70 juta orang di Asia Tenggara telah menjadi konsumen digital sejak awal pandemi berlangsung. 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Sebanyak 70 juta orang di Asia Tenggara telah menjadi konsumen digital sejak awal pandemi berlangsung.

Hal berdasarkan  studi terbaru dari Facebook dan Bain & Company.

"Hampir separuh dari mereka, atau sekitar 30 juta orang, sudah menjadi konsumen digital dari tahun 2020 hingga 2021," jelas Benjamin Joe, Vice President for Southeast Asia and Emerging Markets di Facebook pada Kamis (23/9).

Pada 2026, populasi konsumen digital Asia Tenggara diperkirakan mencapai sekitar 380 juta, yang berarti 1,4 kali lebih besar dibandingkan pada 2019.

Seiring dengan lebih banyak orang yang kini juga menikmati pengalaman digital dengan jumlah
perangkat yang bertambah, gaya hidup baru konsumen kini muncul kebiasaan baru dalam
berbelanja, cara baru untuk menemukan sesuatu, dan ekspektasi yang baru.

Ilustrasi Facebook
Ilustrasi Facebook (Freepik)

Dalam studi meta-analisis oleh Kantar dan Facebook, yang mengulas 64 kampanye multi-media di
enam negara Asia Tenggara selama 2016-2020, menunjukkan bahwa saluran digital membantu bisnis
menjangkau lebih banyak audiens (kesadaran), memfasilitasi hubungan emosional dan menciptakan
preferensi terhadap merek (asosiasi), dan mengubah audiens menjadi konsumen (motivasi).

Sehubungan dengan situasi COVID-19, 72% bisnis di Asia Tenggara menyatakan bahwa media sosial
membantu mereka untuk berinteraksi lebih lebih baik dengan konsumen.

Baca juga: 94 Ribu Peserta Lolos, Berikut Cara Cek Hasil Seleksi PPPK Guru Tahap 1 yang Diumumkan Besok

Bagi bisnis, hasil studi ini merepresentasikan sebuah skenario dimana setiap momen adalah peluang
untuk penemuan, inspirasi, dan koneksi. Namun, hal ini bisa jadi begitu rumit untuk dipahami

"Ini adalah pertanyaan yang akan kami jawab dengan sebuah sistem yang kami sebut Discovery
Commerce, dan hal ini juga akan didiskusikan lebih dalam oleh tim kami bersama dengan para
pemimpin bisnis di Asia Tenggara pada Facebook Summit minggu depan,” aku Benjamin.

Benjamin menuturkan, hasil studi tersebut nantinya menjadi bahan diskusi untuk Facebook Summit yang akan diselenggarakan pada Selasa (28/9/2021).

Baca juga: 6 Langkah Terhindar Misinformasi Covid-19 di Facebook, Jangan Gampang Percaya!

"Semua sesi yang ada di Facebook Summit ini tersedia secara gratis selama satu bulan kedepan dan dapat diakses melalui tautan berikut: Indonesia," papar Benjamin.

Bahkan, Benjamin menegaskan, setiap orang juga dapat memilih untuk menikmati sesi tersebut melalui Livestream, pustaka Facebook Watch Anytime. atau menyimaknya melalui podcast.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved