Breaking News:

Kasus Pelecehan Bocah 12 Tahun di Duren Sawit Berakhir Damai

Paur Min Ops Unit Reskrim Polsek Duren Sawit Ipda Tatan mengatakan kasus berakhir damai karena orangtua AF enggan membuat laporan

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
alghad
Ilustrasi Pelecehan Anak. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Kasus pelecehan seksual terhadap anak perempuan berinisial AF (12), warga Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur yang dilakukan seorang pria pada Senin (20/9/2021) berakhir damai.

Paur Min Ops Unit Reskrim Polsek Duren Sawit Ipda Tatan mengatakan kasus berakhir damai karena orangtua AF enggan membuat laporan dan ingin menyelesaikan secara kekeluargaan.

"Antara kedua pihak, baik orangtua korban maupun dari pihak tersangka sepakat menyelesaikan perkara melalui musyawarah kekeluargaan," kata Tatan saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Kamis (23/9/2021).

Sikap ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan juga disampaikan orangtua AF lewat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan disaksikan anggota Polsek Duren Sawit.

Sementara pelaku pelecehan seksual merupakan seorang pria berusia sekitar 40 tahun, usai kejadian memilih pindah dari tempat tinggalnya yang masih berada dekat rumah AF.

"Dengan kejadian tersebut pelaku sudah tidak mengontrak di tempat tersebut dan sudah pidah ke tempat lain. Pindah atas kesadaran sendiri," ujarnya.

Sebelumnya, paman AF, Fahmi mengatakan keponakannya jadi korban pelecehan seksual seorang pria usai pulang belanja dari satu warung kelontong dekat rumah.

"Awalnya dia disuruh belanja ke warung. Tapi sampai rumah dia menangis, saya tanya kenapa nangis? Dijelaskan lah sama dia kejadiannya," kata Fahmi di Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Bocah 12 Tahun di Duren Sawit Jadi Korban Pelecehan

Merujuk keterangan AF, pelaku berpura-pura menanyakan lokasi penjual nasi uduk di mana kepada korban lalu meminta diantar dengan alasan tidak mengetahui jalan menuju lokasi.

Dalam perjalanan menuju lokasi, pelaku memanfaatkan kondisi permukiman warga yang sepi lalu melakukan pelecehan seksual terhadap AF sehingga korban menangis ketakutan.

"Setelah keponakan saya bilang ciri-cirinya bagaimana saya tahu orangnya, langsung saya cari. Awalnya saya cari ke lokasi, tapi dia sudah enggak ada. Ternyata pas saya pulang dia lewat rumah saya," ujarnya.

Fahmi menuturkan pelaku pelecehan seksual terhadap AF memang kerap melintas di permukimannya, sehingga saat mendengar ciri-ciri disampaikan AF dia tidak kesulitan mengenali.

Beruntung saat diamankan Fahmi dan warga lainnya pelaku tidak sampai babak belur diamuk massa karena diamankan jajaran Unit Reskrim Polsek Duren Sawit guna keperluan penyelidikan.

"Saya sih enggak tahu dia (pelaku) tinggal di mana tapi kalau sore saya selalu ngeliat dia, kadang dia jalan-jalan di sekitar sini (permukiman AF tinggal). Makannya saya tahu orangnya," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved