Breaking News:

Molor 2 Tahun, ITF Sunter Ditargetkan Baru Beroperasi Pada 2024

Pembangunan Fasilitas pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility Sunter, molor dari target yang ditentukan

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Istimewa
Pemprov DKI Jakarta menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) penerima penugasan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terkait pembangunan fasilitas pengelolaan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Rabu (16/10/2019) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA -  Pembangunan Fasilitas pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Jakarta Utara, molor dari target yang ditentukan.

Padahal, sebelumnya proyek yang sudah groundbreaking sejak Desember 2018 lalu itu ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2022.

Namun Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Syaripudin menuturkan, target tersebut kini berubah. ITF Sunter, ditargetkan bisa beroperasi pada 2024 mendatang.

"(Target) 2024, kan baru berjalan semua. Kalo berbicara beroperasi, kan idelanya 2024. Kalo masih berproses kan sedang dibuat, sedang dibangun," kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Syaripudin, Kamis (23/9/2021).

Diketahui sebelumnya, Pemprov DKI berencana membangun 4 unit ITF.

Pembangunan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah di Jakarta sehingga tak lagi bergantung ke TPST Bantargebang, Bekasi.

Pembangunan empat unit ITF ini, disebut-sebut mampu mengolah seluruh sampah di Ibu Kota. 

Baca juga: Tukul Arwana Rahasiakan Sakitnya ke Sahabat, Vega Darwanti: Dia Kalau Ngasih Kabar yang Bagus Aja

Baca juga: Personel Damkar Potong Cincin Batu Akik yang Bikin Luka Jari Seorang Lansia di Cijantung

Menariknya, ITF Sunter digadang-gadang tak hanya sebagai pengolahan sampah alternatif saja. Namun, juga berfungsi sebagai penghasil tenaga listrik.

Meski sampai saat ini proyek pembangunan ITF Sunter masih belum jelas, namun Syaripudin optimis DKI memiliki anggaran yang cukup untuk pembangunan tersebut.

"Anggaran cukup, nanti dari pihak BUMD yang bekerjasama, yang memilih daripada penyedia yang akan melakukan pelaksanaan kegiatan mereka. Tentunya sudah memilih mitra yang punya kemampuan untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan teknologi yang dipersyaratkan dan segala macamnya," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved