Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Muncul Klaster Pembelajaran Tatap Muka di Banten, Dinkes Kota Tangerang Bakal Swab Murid di Sekolah

Kemendikbudristek merilis data adanya klaster Covid-19 dari beberapa sekolah di kawasan aglomerasi.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA
Ilustrasi Suasana pembelajaran tatap muka (PTM) di SMAN 1 Tangerang dengan menerapkan protokol kesehatan pada Senin (6/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) merilis data adanya klaster Covid-19 dari beberapa sekolah di kawasan aglomerasi.

Yakni sekolah-sekolah di kawasan Jabodetabek yang belakangan memang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Kendati demikian, Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengklaim tidak ada satu pun sekolah baik tingkat SMA dan SMP atau sederajat yang jadi klaster Covid-19.

"Enggak ada report (laporan) dari puskesmas atau sekolah (anak) yang bergejala," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni saat dihubungi, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Ragukan Temuan Kemendikbud Ristek, Wagub DKI Yakin PTM Tak Timbulkan Klaster Baru Covid-19

"Kan kalau ada (laporan bergejala) pasti nanti kita akan turun tuh dari PKM yang ada wilayahnya, misal dari sekolah mana, nanti akan kita lakukan swab," sambung Dini.

Makanya, sampai saat ini Dinas Kesehatan Kota Tangerang dan Satgas Covid-19 belum satupun menutup sekolah dan menghentikan kegiatan PTM.

PTM di MAN Insan Cendikia, Serpong, Tangsel, Senin (6/9/2021).
PTM di MAN Insan Cendikia, Serpong, Tangsel, Senin (6/9/2021). (Istimewa)

Nantinya, lanjut Dini, Dinkes Kota Tangerang akan menyiapkan beberapa alat Swab Antigen yang ditujukan untuk siswa dan pengajar dimasing-masing sekolah.

Gunanya, tentu saja untuk melacak penyebaran Covid-19 di sekolah-sekolah.

"Baru tadi kita mau siapkan, secepatnya mudah-mudahan bisa. Dari sana, kita lihat ke wilayah-wilayah yang msh ada kasus. Atau diambil sampling dari yang paling banyak muridnya," papar Dini.

Sebagai informasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat adanya klaster sekolah akibat penularan Covid-19.

Per Rabu (22/9/2021) pukul 11.14 WIB, tercatat 2,77 persen atau 1.299 klaster terjadi selama PTM.

Baca juga: Ada 25 Klaster Covid Baru Selama PTM di Jakarta, Dinas Kesehatan Buka Suara

Angka ini didapat dari survei kesiapan PTM yang diikuti oleh 46.892 responden sekolah.

Untuk jenjang pendidikan, persentase klaster paling banyak ditemukan di SMA yakni 4,48 persen 107 klaster dari 2.388 responden.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved