Simpang Mampang Depok 7 Jam Terendam Banjir, Petugas Bertaruh Nyawa Evakuasi Potongan Kayu
Petugas nampak panik berlarian keluar dari kolong jembatan ketika sampah tersebut sudah berhasil ditarik keluar, dan aliran kali menjadi deras
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Petugas dari Dinas Damkar dan Dinas PUPR Kota Depok berhasil mengevakuasi empat potongan kayu berukuran besar, kasur, hingga tumpukan sampah rumah tangga yang tersangkut di kolong Jembatan Simpang Mampang, Pancoran Mas.
Diwartakan sebelumnya, potongan kayu dan kasur inilah yang menyumbat aliran Kali Licin hingga akhirnya air meluap ke jalan raya dan pemukiman warga.
Pantauan di lokasi, evakuasi sampah dari kolong jembatan ini menggunakan tali baja yang diikatkan ke potongan kayu berukuran besar tersebut, dan ditarik menggunakan mobil Damkar yang ada di lokasi.
Banjir pun tak langsung surut ketika potongan kayu tersebut berhasil diangkat keluar.
Lebih dari lima orang petugas nampak bertaruh nyawa masuk ke dalam kolong jembatan untuk membersihkan sampah yang masih menyumbat.
Bahkan, mereka nampak panik berlarian keluar dari kolong jembatan ketika sampah tersebut sudah berhasil ditarik keluar, dan aliran kali yang sebelumnya tersumbat seketika menjadi deras.
Komandan Pleton Operasional Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Depok, Merdy Setiawan, mengatakan, banjir ini merupakan dampak dari puting beliung yang menerjang Kota Depok, hingga menyebabkan banyak sampah kayu dan rumah tangga di aliran Kali Licin.
“Dampaknya dari kejadian (puting beliung) kemarin,banyak pohon tumbang dan aliran sungai dari Bogor juga meluap,” ujar Merdy di lokasi kejadian pada TribunJakarta, Kamis (23/9/2021).

Merdy menuturkan, aliran air Kali Licin sudah meluap sejak sekiranya pukul 01.30 WIB dini hari tadi.
“Kebetulan sampah-sampah yang di sini menghalang aliran sungai Kali Licin. Meluap dari jam 01.30 WIB sampai sekarang baru bisa ditangani sedikit-sedikit kemungkinan, kita kerja sama Damkar dengan PUPR Kota Depok,” bebernya.
“Terakhir yang kita angkat yang besar-besar itu ada empat potongan kayu besar, bukan dahan, tapi kita sudah evakuasi. Kemudian ada kasur, dan sampah-sampah rumah tangga,” pungkasnya.