Ditpolair Bongkar Sindikat Penyelundup Benih Lobster di Muara Baru Jakarta Utara, 4 Orang Diringkus

Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri menggagalkan penyelundupan benih lobster yang bertempat di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Konferensi pers ungkap kasus penyelundupan benih lobster, Jumat (24/9/2021), di Mako Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri menggagalkan penyelundupan benih lobster yang bertempat di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Upaya penyelundupan ini digagalkan pada 12 September 2021 lalu seiring tertangkapnya empat tersangka.

Direktur Polair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol Yassin Kosasih mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula saat pihaknya menerima laporan terkait penyelundupan benih lobster di hari sebelumnya.

Kemudian, pada hari-H, polisi mendapati mobil Mitsubishi Kuda D 1855 EU yang dikendarai tersangka IS di sekitar pelabuhan tersebut.

Polisi menggeledah mobil tersebut dan menemukan barang bukti yang diduga kuat benih lobster.

"Tersangka IS dengan mobil tersebut empat koper warna hitam yang dibungkus karung diduga benih bening lobster," kata Yassin dalam konferensi pers di Mako Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Jakarta Utara, Jumat (24/9/2021).

Masih di hari yang sama, setelah mengamankan IS, polisi juga membekuk tersangka lainnya MH.

MH berperan sebagai nakhoda speed boat yang nantinya akan mengirimkan benih lobster dari Muara Baru ke Batam.

Baca juga: 7 Kali Lolos, Sindikat Penyelundupan Benih Lobster di Bandara Soekarno-Hatta Manfaatkan Covid-19

"Berdasarkan keterangan IS dan MH, diketahui bahwa benih bening lobster tersebut milik seseorang berinisial BPS," ucap Yassin.

Menggenggam informasi tersebut, polisi langsung menangkap BPS yang nyatanya diketahui berada di wilayah Sentul, Jawa Barat.

BPS ialah pemilik alias pemodal dari bisnis ilegal penyelundupan baby lobster ini.

Penangkapan berlanjut setelah polisi menginterogasi BPS.

Ia mengungkap fakta lain bahwa pengiriman benih lobster nantinya diatur oleh seseorang lainnya, LS.

LS belakangan juga sudah ditangkap dan diamankan Tim Gabungan Subdit Gakkum dan Subdit Intelair Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.

Alhasil, polisi menangkap total empat tersangka yang masing-masing ialah IS, MH, BPS, dan LS.

Dalam kasus ini, polisi menjerat keempat pelaku dengan pasal 92 juncto pasal 26 ayat (1) Undang-undang RI nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta pasal 88 Undang-undang RI nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan juncto pasal 55 KUHP.

Baca juga: 72 Ribu Benih Lobster Ilegal Diamankan di Bandara Soekarno-Hatta, Senilai Rp 7 Miliar

Para tersangka terancam hukuman 8 tahun penjara. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved