Pembelajaran Tatap Muka

Ungkap Fakta Temuan 25 Klaster, Disdik DKI: Temuan Kemendikbud Tidak Menggambarkan Kondisi Covid-19

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidik telah menelusuri data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan soal temuan 25 klaster Covid-19

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta, Nahdiana, saat diwawancarai Wartawan mengenai pembelajaran tatap muka, di SMKN 2 Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidik telah menelusuri data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan soal temuan 25 klaster Covid-19 di lingkungan sekolah.

Dari hasil penelusuran, temuan tersebut ternyata didapat dari survei yang dilakukan terhadap responden sekolah dan bukan hasil surveilans Dinas Kesehatan DKI soal kasus aktif.

“Survei tersebut dilaksanakan untuk periode Januari sampai dengan September 2021, sehingga tidak menggambarkan kasus baru pascapelaksanaan PTM Terbatas,” ucap Kepala Dinas Pendidikan DKI Nahdiana, Jumat (24/9/2021).

Dari 25 sekolah yang masuk klaster tersebut, ternyata hanya ada dua sekolah yang termasuk dalam 610 sekolah yang dibuka untuk PTM Terbatas sejak 30 Agustus 2021 lalu.

Kedua sekolah itu ialah SMP Cindera Mata Indah dan SMKS Yadika 2 Jakarta.

“Berdasarkan data di lapangan, sejak dimulai PTM Terbatas tahap 1, tidak terdapat kasus Covid-19 di sekolah tersebut. Baik dari peserta didik maupun pendidik dan tenaga kependidikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Pemprov DKI Pastikan PTM Terbatas Terus Jalan Meski Kemendikbud Temukan 25 Klaster Covid-19

Guna mengantisipasi munculnya klaster Covid-19, Nahdiana menyebut, Disdik DKI sudah membuat standar prosedur Emergency Break dengan melakukan tracing, testing, dan treatment.

Sekolah yang ditemukan ada kasus aktif Covid-19 pun langsung ditutup sementara selama 3 x 24 jam untuk dilakukan desinfektan.

“Kami juga bekerja sama dengan Dinkes DKI untuk melakukan tes swab antigen secara berkala di sekolah-sekolah yang melakukan PTM Terbatas,” kata Nahdiana.

Baca juga: Pemprov DKI Tagih Data 25 Klaster Covid-19 di Sekolah Jakarta dari Kemendikbud

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini pun mengingatkan kepada para orang tua hingga tenaga pendidik untuk disiplin dan taat dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Pola hidup bersih dan sehat dalam pelaksanaan PTM Terbatas di sekolah juga harus dijaga, demi suksesnya implementasi PTM Terbatas di DKI Jakarta,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta masih menelusuri temuan 25 klaster Covid-19 selama penyelenggaraan PTM di Ibu Kota.

Hal ini diungkap Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti kepada awak media kala menghadiri apresiasi tim pemulasaran jenazah Covid-19 posko Monas, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Meski Ada Temuan 25 Klaster Covid-19, Pemprov DKI Tetap Buka 1.500 Sekolah Mulai 27 September

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved