Antisipasi Virus Corona di DKI
Beda dengan Disdik DKI, Dinkes Sebut Tak Ada Klaster Sekolah di SDN 03 Klender
Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan menyebut, temuan dua kasus Covid-19 di SDN 03 Klender
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan menyebut, temuan dua kasus Covid-19 di SDN 03 Klender, Jakarta Timur bukan klaster sekolah.
Pasalnya, dua kasus tersebut ditemukan sehari setelah pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas dimulai 30 Agustus 2021 lalu.
"Kalau dilihat dari tanggal dilakukan swabnya mungkin bukan klaster," ucap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, Sabtu (25/9/2021).
Dwi menyebut, temuan penularan Covid-19 ini seolah menjadi klaster sekolah lantaran terjadi pada waktu dan tempat yang sama.
Baca juga: Klaim Tidak Ada Klaster Covid-19 Siswa Selama 3 Pekan PTM di Tangsel, Benyamin Mau Tambah Kapasitas
Padahal, waktu inkubasi dari virus corona penyebab Covid-19 ini biasanya berlangsung selama sepekan hingga dua pekan.
"Kalau dilihat dari tanggal itu satu hari setelah mulai PTM ya, kan kalau kita cobid ada masa inkubasi," ujarnya.
Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini pun menduga, temuan dua kasus Covid-19 di sekolah itu berasal dari dua klaster berbeda.
Baca juga: Pemprov DKI Pastikan PTM Terbatas Terus Jalan Meski Kemendikbud Temukan 25 Klaster Covid-19
"Bisa jadi sebenarnya itu bagian dari klaster berbeda, cuma karena barengan diperiksa dalam satu waktu yang sama ada beberapa yang positif," tuturnya.
"Padahal itu kebetulan tidak terjadi di tempat itu, tetapi bisa jadi di keluarga atau tempat lain," sambungnya menjelaskan.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengaku menemukan satu klaster penularan Covid-19 di 610 sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.
Hal ini dikatakan Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja menanggapi temuan Kementerian Pendidikan soal 25 klaster penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.
"Kalau klaster itu hanya satu yang di SDN 03 Klender," ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (23/9/2021).
Dari hasil tracing yang dilakukan di sekolah tersebut, ditemukan hanya ada satu peserta didik yang tertular Covid-19.
"Ada satu murid terpapar dan menulari satu temannya, jadi dua orang siswa positif," ujarnya.
Selain satu klaster di SDN 03 Klender itu, kasus positif Covid-19 sebenarnya juga ditemukan di lima sekolah lainnya, yaitu SDN 02 Pondok Ranggon, Jakarta Timur; SMP PGRI 20; SMA 20; SMA 25; dan SMK 66.
Baca juga: Ada 25 Klaster Covid Baru Selama PTM di Jakarta, Dinas Kesehatan Buka Suara
Namun, Taga menyebut, temuan kasus positif Covid-19 itu bukan berasal dari klaster sekolah.
Siswa dan tenaga pendidik di kelima sekolah itu disebut Taga terpapar Covid-19 dari klaster keluarga.
"Walau pun itu klaster rumah, kami langsung tutup selama tiga hari sesuai SOP. Langsung desinfektan dan tracing," kata Taga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/varian-baru-virus-corona-b1.jpg)