Breaking News:

Skandal Oknum KPI Pusat

Kuasa Hukum MS Minta Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Pelecehan Seksual

Anggota tim kuasa hukum MS, Rony E. Hutahaean mengatakan pihaknya berharap Satreskrim Polrestro Jakarta Pusat menetapkan lima terlapor jadi tersangka

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Komisi Penyiaran Indonesia
Logo Komisi Penyiaran Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Tim kuasa hukum MS, pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berharap Polrestro Jakarta Pusat lekas menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap kliennya.

Anggota tim kuasa hukum MS, Rony E. Hutahaean mengatakan pihaknya berharap Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan lima terlapor jadi tersangka karena menolak berdamai.

"Mudah-mudahan cepat menjadi tersangka. Nanti kami akan konfirmasi apakah sudah naik dari tahap penyelidikan jadi penyidikan," kata Rony di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021).

Menurutnya, hingga kini penyelidik Satreskrim Polrestro Jakarta Pusat sudah memeriksa sejumlah saksi yang dapat memberi keterangan terkait tindak pelecehan seksual dialami MS.

Hasil pemeriksaan kejiwaan sementara dilakukan tim dokter RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur juga menyatakan MS mengalami guncangan mental, depresi, dan trauma akibat pelecehan seksual.

"Dan perlu kami tegaskan klien kami benar-benar mengalami, tidak direkayasa, tidak ada lebih-lebihkan. Karena ini memang benar dialami tentang perundungan dan pelecehan seksual," ujarnya.

Baca juga: RS Polri Kramat Jati Nyatakan MS Korban Pelecehan di KPI Alami Guncangan Mental Hingga Trauma

Rony menuturkan kliennya jadi korban dalam dua kasus, yakni pelecehan seksual yang dilakukan lima pegawai KPI terlapor di Satreskrim Polrestro Jakarta Pusat dan perundungan yang belum diproses hukum.

Menurutnya, alasan tiga dari delapan pegawai KPI yang disebut MS saat awal kasus mencuat tidak menjadi terlapor karena mereka terlibat dalam kasus perundungan, bukan pelecehan seksual.

"Karena ini perbuatan tindak pidana dan tidak bisa ditolelir. Memang kita dari dalam proses penyelidikan ini mencari saksi. Besar harapan kami, ke depannya berjalan proses penyelidikan ada saksi dan bukti (penetapan tersangka)," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved