Breaking News:

Sengketa Tanah Belasan Warga Limo Kota Depok Mulai Temui Titik Terang, Ini Penjelasan BPN

Sengketa ini terjadi ketika berlangsung proyek nasional pembangunan jalan tol di lokasi tersebut.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Kepala Seksi Penanganan Sengketa BPN Depok, Lucky, saat memberikan keterangan usai menggelar mediasi pada Senin (27/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG – Mediasi antara PT Wismamas Citra Raya, PT Artha Cahaya Persada, dengan warga yang menuntut pembayaran pembebasan lahan miliknya telah berlangsung hari ini di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok, Jawa Barat.

Sebagai informasi, terjadi sengketa lahan antara belasan warga dengan total luas tanah kurang lebih 8.000 ribu meter, dengan kedua perusahaan tersebut di kawasan Limo, Kota Depok.

Sengketa ini terjadi ketika berlangsung proyek nasional pembangunan jalan tol di lokasi tersebut.

Kepala Seksi Penanganan Sengketa BPN Depok, Lucky, mengatakan, proses mediasi siang tadi berjalan cukup lancar, meski tak dihadiri oleh pihak PT Wisma Mas.

Baca juga: Sidang Sengketa Lahan Pancoran Buntu II Diwarnai Aksi Demonstrasi

“Mediasi tadi berjalan lancar, para pihak juga menyampaikan dengan santun, sopan. Akhirnya kita bisa tahu identifikasi permasalahannya apa, alas hukum masing-masing para pihak apa kita bisa tahu,” jelas Lucky pada wartawan di Kantor BPN Kota Depok, Cilodong, Senin (27/9/2021).

Lucky mengatakan, dari mediasi tadi pihaknya juga melihat harapan bahwa persoalan sengketa ini bisa rampung di tahap mediasi, tanpa harus berlanjut ke ranah pengadilan.

“Kelihatannya sih saya masih punya harapan besar bahwa ini bisa diselesaikan dari jalur mediasi tanpa pengadilan. Saya juga minta waktu satu Minggu untuk mengkaji lagi, para pihak sepakat dan para pihak juga dapat berkomunikasi dengan baik tanpa perselisihan,” bebernya.

Baca juga: Belasan Warga Limo Terancam Kehilangan Bangunan dan Ratusan Meter Tanah, Ini Penyebabnya

Dalam mediasi tadi, Lucky mengatakan baik dari PT Citra dan beberapa warga yang terlibat sengketa memiliki bukti masing-masing.

“Bagus semuanya, masing-masing pihak memiliki alat bukti yang sama. Makanya saya bilang saya butuh waktu tadi untuk mengkaji,” tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved