Breaking News:

Skandal KPI Pusat

MS Idap Paranod, LPSK Masih Kaji Permohonan Perlindungan

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan pihaknya masih mengkaji permohonan perlindungan diajukan MS

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TribunJakarta/Bima Putra
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu saat memberi keterangan terkait pelanggaran HAM di Jakarta Timur, Selasa (10/12/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) belum pasti akan menyanggupi permohonan perlindungan dari MS, pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) korban dugaan pelecehan seksual.

Meski pada Senin (27/9/2021) MS sudah mendatangi kantor LPSK dan menjalani proses pemeriksaan psikologi yang merupakan bagian dari proses pengajuan permohonan perlindungan.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan pihaknya masih mengkaji permohonan perlindungan diajukan MS terkait kasus pelecehan seksual yang kini ditangani Polrestro Jakarta Pusat.

"Belum (disetujui). Kemarin baru jalani assemen psikologis. Kami masih tunggu hasil resmi dari psikolognya," kata Edwin saat dikonfirmasi di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (28/9/2021).

Lantaran belum resmi disetujui, untuk sekarang pihak LPSK belum bisa menentukan bentuk perlindungan yang tepat terhadap MS, termasuk penempatan di rumah aman atau tidak.

Baca juga: RS Polri Kramat Jati Nyatakan MS Korban Pelecehan di KPI Alami Guncangan Mental Hingga Trauma

Pimpinan LPSK perlu melakukan rapat lebih dulu guna menentukan bentuk perlindungan diberikan kepada MS yang diduga jadi korban pelecehan seksual lima pegawai KPI rekan kerjanya.

"Setelah hasil psikologis selesai nanti dibawa ke rapat pimpinan LPSK diputuskan (menerima permohonan perlindungan atau tidak). Kami masih nunggu hasil resmi dari psikolognya," ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin (27/9/2021) siang MS didampingi anggota tim kuasa hukumnya, Rony E. Hutahaean datang ke kantor LPSK untuk mengurus asesmen permohonan perlindungan.

Anggota tim kuasa hukum MS, Rony E. Hutahaean saat memberi keterangan di kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021).
Anggota tim kuasa hukum MS, Rony E. Hutahaean saat memberi keterangan di kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (27/9/2021). (Bima Putra / Tribun Jakarta)

Rony mengatakan dalam kedatangan kali ini kliennya menjalani pemeriksaan psikologi dilakukan tim psikologi LPSK guna menemukan bentuk perlindungan diberikan LPSK kepada MS.

Dari hasil pemeriksaan sementara tim psikologi LPSK, MS dinyatakan mengidap paranoid atau ketakutan berlebihan akibat tindak pelecehan seksual dan perundungan dilakukan rekan kerjanya.

"Bahwa klien kami diperiksa oleh psikolog yang mana hasilnya mengalami paranoid berlebihan, rasa ketakutan. Jadi rasa ketakutannya dua kali rasa ketakutan normal, setelah kasus dialaminya," tutur Rony.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved