Breaking News:

Antrisipasi Virus Corona di DKi

Patroli Prokes, Satgas Covid-19 Kramat Jati Sisir Tempat Karaoke Hingga Lapo

Kapolsek Kramat Jati Kompol Tuti Aini mengatakan patroli dilakukan setiap malam guna memastikan tidak ada tempat makan dan kafe yang melanggar prokes

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Dokumentasi Polsek Kramat Jati
Satgas Covid-19 Kecamatan Kramat Jati saat melakukan patroli mencegah pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Satgas Covid-19 Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur melakukan patroli guna mencegah pelanggaran protokol kesehatan saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kapolsek Kramat Jati Kompol Tuti Aini mengatakan patroli dilakukan setiap malam guna memastikan tidak ada tempat makan dan kafe yang melanggar protokol kesehatan (prokes) saat PPKM.

"Kemarin malam kita mendatangi Melly Glow Karaoke di PGC, memastikan kalau memang benar tutup. Kemudian Lapo-lapo di kawasan Cawang," kata Tuti di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/9/2021).

Tempat karaoke jadi sasaran patroli karena dalam PPKM belum diperbolehkan buka, sementara Lapo karena kerap didatangi warga sehingga rawan kerumunan pelanggaran protokol kesehatan.

Patroli ini melibatkan personel gabungan jajaran Polsek, Satpol PP, dan Koramil Kramat Jati yang merupakan bagian dari Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Kramat Jati.

"Saat didatangi kemarin malam tempat karaoke dalam keadaan tutup. Sementara untuk Lapo pengelolanya sudah mematuhi aturan protokol kesehatan maksimal pengunjung 50 persen," ujarnya.

Baca juga: Pemprov DKI Sasar 4000 Kucing di Jakarta Untuk Sterilisasi Gratis

Tuti menuturkan kegiatan patroli menyasar tempat-tempat rawan kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19 meluas, khususnya di Kramat Jati.

Bila ditemukan pelanggaran maka penindakan dilakukan jajaran Satpol PP Kecamatan Kramat Jati, sesuai ketentuan peraturan daerah yang berwenang menindak pelanggaran.

"Sanksinya bisa teguran, denda administrasi, hingga penutupan sementara. Kita juga ingatkan pengelola tempat usaha, seperti kafe dan lainnya bahwa kalau mereka melanggar bisa diproses secara pidana. Jadi kita enggak main-main ya," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved