Penembakan Ustaz di Tangerang

Habis Puluhan Juta Demi Bayar Orang Buat Habisi Paranormal, Pengusaha Angkot Emosi Istrinya Dinodai

Amarah seorang suami menyebabkan seorang paranormal di Tangerang tewas tertembak beberapa waktu lalu.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Annas Furqon Hakim/ Tribun Jakarta
tersangka penembakan terhadap seorang ustaz di Tangerang saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/9/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Amarah seorang suami menyebabkan seorang paranormal di Tangerang tewas tertembak beberapa waktu lalu.

Suami yang berinisial M ini dendam kepada si paranormal lantaran masalah pribadi.

Paranormal tersebut diduga telah melakukan hubungan tak seharusnya dengan istri M.

Mengetahui hal itu, alhasil M yang merupakan pengusaha mobil angkot ini emosinya langsung meledak.

M nekat melakukan aksi kejam kepada paranormal bernama Armand tersebut.

Bahkan M tak segan mengeluarkan uang puluhan juta demi membayar orang untuk menghilangkan nyawa Armand.

Alhasil, Armand itu tewas setelah orang suruhan M yakni K dan S menembaknya, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Paranormal Ditembak Sampai Tewas, Pelaku Emosi Istrinya Hendak Pasang Susuk Malah Dibawa ke Hotel

Kala itu, Armand tertembak di rumahnya di Jalan Nean Saba RT 02 / RW 05 Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Kepada kedua pelaku penembakan, M menghadiahkan uang Rp 50 juta.

Sedangkan Y, orang yang menjadi penghubung M dengan eksekutor dan joki mendapatkan Rp 10 juta.

tersangka penembakan terhadap seorang ustaz di Tangerang saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/9/2021).
tersangka penembakan terhadap seorang ustaz di Tangerang saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/9/2021). (Annas Furqon Hakim/ Tribun Jakarta)

"Dibayar dalam 2 tahap Rp 50 juta untuk eksekutor dan joki, Rp 10 juta untuk penghubung. Menyerahkan pertama Rp 35 juta cash, sisanya memberikan HP," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Selasa (28/9/2021).

Tak sampai sepekan peristiwa tersebut, polisi berhasil meringkus M pada Kamis (23/9/2021).

Selang 4 hari atau pada Senin (27/9/2021), polisi menangkap K dan S.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved