Breaking News:

Penembakan Ustaz di Tangerang

Habis Puluhan Juta Demi Bayar Orang Buat Habisi Paranormal, Pengusaha Angkot Emosi Istrinya Dinodai

Amarah seorang suami menyebabkan seorang paranormal di Tangerang tewas tertembak beberapa waktu lalu.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Annas Furqon Hakim/ Tribun Jakarta
tersangka penembakan terhadap seorang ustaz di Tangerang saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/9/2021). 

Ketika sadar dari pingsannya, Tori harus menerima kenyataan putranya tak tertolong.

Para tetangga mendiang Ustadz Armand yang ditembak orang tak dikenal pada Sabtu (18/9/2021)
Para tetangga mendiang Ustadz Armand yang ditembak orang tak dikenal pada Sabtu (18/9/2021) (TribunTangerang.com/Andika Panduwinata)

Sepulang salat magrib, Armand mengalami peristiwa tak terduga di rumahnya di Jalan Nean Saba RT 02 / RW 05 Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Sabtu (18/9/2021).

Sampai saat ini, peristiwa nahas yang menimpa anaknya tersebut masih membayang-bayangi Tori.

Tori ingat betul suara letusan senjata api yang membuatnya langsung terbelalak.

"Kaca pecah, tembakannya kesat banget. Keras tembakannya," kata Tori, Senin (20/9/2021).

Tak lama setelah letusan senjata api terdengar, suara tak asing juga terdengar di telinga Tori.

Baca juga: Penembak Ustaz Armand Simpan Dendam 11 Tahun, Istri dan Kakak Ipar Pelaku Disetubuhi Korban

Suara tersebut adalah jeritan dari putra kesayangannya.

"'Maa, maa, saya ditembak. Ma, saya ditembak orang mak!' iya, teriakannya kaya gitu," ujar Tori.

Tori seketika pingsan mendengar teriakan dan luka di tubuh Armand akibat tembakan misterius itu.

"Saya pingsan, ngegelepak, sudah enggak lihat orang," kata dia.

Setelah itu, Tori benar-benar tak mengetahui apa yang terjadi.

Ketika sudah sadar, Tori mendapat kabar duka sang putra meninggal dunia.

Saat ini, M, K, dan S kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan Y masih dalam pencarian polisi.

Mereka dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Dari penangkapan ketiga pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa senjata api, helm, pakaian, dan 1 unit sepeda motor.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved