Polisi Tambah Saksi Kasus Tewasnya Tiktokers di Jatinegara
Polisi belum melakukan gelar perkara dalam kasus tewasnya SS (29) yang diduga akibat mengakhiri hidupnya sendiri saat melakukan siaran live TikTok.
Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Unit Reskrim Polsek Jatinegara, Jakarta Timur belum melakukan gelar perkara dalam kasus tewasnya SS (29) yang diduga akibat mengakhiri hidupnya sendiri saat melakukan siaran live TikTok.
Kanit Reskrim Polsek Jatinegara AKP Tri Sambodo mengatakan gelar perkara yang sebelumnya dijadwalkan dilakukan pada Sabtu (25/9/2021) batal karena adanya penambahan satu saksi.
"Saksi satu lagi inisialnya JS (laki-laki), dia teman dekat korban, sekarang masih di (Kabupaten) Deli Serdang," kata Tri di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (29/9/2021).
Baca juga: Polisi Lakukan Ini, Cari Bukti Kebenaran Warga Jatinegara Akhiri Hidup Saat Live TikTok Dibunuh
Penambahan satu saksi tersebut berdasar hasil pemeriksaan satu saksi perempuan berinisial GS yang dilakukan penyelidik Unit Reskrim Polsek Jatinegara pada Jumat (24/9/2021) lalu.
Merujuk keterangan GS, JS merupakan teman dekat SS sehingga keterangannya dianggap diperlukan guna mengungkap penyebab tewasnya SS pada Kamis (2/9/2021) malam lalu.
"Yang Jumat kemarin GT (perempuan). Dia teman korban, saat-saat terakhir sebelum korban meninggal, dia ada di rusun itu. Dari situ masih berkembang satu lagi nih, yang namanya JS," ujarnya.
Baca juga: Warga Jatinegara Akhiri Hidup Saat Live TikTok, Kuasa Hukum Duga Ada Pembunuhan Berencana
Tri menuturkan hingga kini sudah tujuh saksi yang diperiksa penyelidik, hasilnya belum ditemukan dugaan SS tewas jadi korban pembunuhan sebagaimana disampaikan pengacara SS.
Sementara terkait kandungan minuman keras yang ditenggak SS sebelum tewas, penyelidik masih menunggu hasil uji laboratorium dilakukan Pusat Labolatorium Forensik (Puslabfor).
"Untuk JS sudah disiapkan surat panggilan pemeriksaan. Panggilan sudah disiapkan.
Rencana pemanggilan dua minggu lagi, sejak Jumat yang kemarin," tuturnya.
Baca juga: Sambil Menangis, Seleb TikTok Juy Putri Ungkap Alasan Gelar Pesta Ultah yang Berujung Denda PPKM
Sebelumnya, dugaan SS jadi korban pembunuhan berencana disampaikan anggota tim kuasa hukum keluarga SS, Dosma karena merasa adanya sejumlah kejanggalan.
Di antaranya SS tidak mengkonsumsi minuman keras tapi justru terdapat anggur merah dekat jasad dan saat kejadian korban melakukan live TikTok terdapat orang lain di lokasi kejadian.
"Adanya kejahatan atau dugaan tindak pidana pembunuhan berencana menggunakan aplikasi yang saat ini sedang hits di masyarakat," kata Dosma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-garis-polisi.jpg)