Rahmat Effendi Ingin Nilai Kerja Sama TPST Bantargebang dengan DKI Tak Kurang dari Rp Rp 369 Miliar

Diketahui, Kota Bekasi menerima dana sekitar Rp369 miliar per tahun dari kerja sama TPST Bantargebang dengan Pemprov DKI

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Pemulung mengais sampah yang masih memiliki nilai ekonimis di TPST Bantargebang, Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menginginkan, nilai kontrak kerja sama perpanjangan TPST Bantargebang tidak berkurang dibanding sebelumnya.

Pria yang akan disapa Pepen ini mengatakan, pembahasan perpanjangan kontrak kerja sama TPST Bantargenang dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sampai saat ini masih berjalan.

"Enggak ada persoalan (masih proses pembahasan) yang penting perjanjian kerja sama berjalan dan tanggung jawab terhadap kebutuhan masyarakat Bantargebang terpenuhi," kata Pepen, Rabu (29/9/2021).

Dia menjelaskan, kontrak kerja sama TPST Bantargebang tetap berpedoman pada upaya memberikan hak masyarakat Bantargebang.

Terutama pemenuhan hak di bidang kesehatan, pendidikan serta infrastruktur untuk masyarakat sekitar TPST Bantargebang dan masyarakat Kota Bekasi pada umumnya.

Untuk itu, dia berharap nilai kontrak kerja sama yang baru tidak lebih sedikit dari yang sebelumnya. Diketahui, Kota Bekasi menerima dana sekitar Rp369 miliar per tahun dari kerja sama TPST Bantargebang.

"Minimal berlaku sama dengan yang sebelumnya. Rp 369 miliar setahun," ungkapnya.

Baca juga: 99 Wilayah Kota Bekasi Zona Hijau, Pasien Isoman Tersisa 26 Orang

Terdapat sejumlah kegiatan yang sukses dilakukan berkat kerja sama tersebut, contohnya pembangunan dua flyover di Rawapanjang dan Cipendawa.

Lalu pembangunan fasilitas kesehatan seperti puskemas serta Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Tipe D di wilayah Kecamatan Bantargebang.

"Masih (berpedoman pada kesehatan, pendidikan dan infrastruktur), di sana juga sudah ada Puskesmas, sudah ada rumah sakit tipe D, (kegiatan untuk) pendidikan terus bertambah, perbaikan infrastruktur drainase juga," jelas dia.

Aktivitas pemulung di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa, (23/6/2020).
Aktivitas pemulung di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa, (23/6/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Besaran nilai kontrak kerja sama lanjut dia, dihitung berdasarkan volume sampah yang dikirim DKI Jakarta ke TPST Bantargebang.

"Tergantung sampah yang dikirim, karena dihitung berdasarkan truk yang datang, sebulan berapa kubik, setahun berapa," jelas Pepen.

Adapun kontrakan kerja sama Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang milik DKI Jakarta berakhir 2021 ini.

TPST Bantargebang merupakan fasilitas milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berada di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Dalam sehari, sampah yang dikirim ke Bantargebang dari wilayah DKI Jakarta diperkirakan mencapai 7.000 ton.  

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved