Gerakan 30 September

Tangis Saimi Bangun Monumen Pancasila Sakti, Rumah Sempat Digeledah dan Dicurigai Jadi Anggota PKI

Memperingati peristiwa Gerakan 30 September, berikut kisah Kakek Saimi yang turut membangun Monumen Pancasila Sakti.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Saimi, saat ditemui di Jalan Kerja Bakti, Makasar, Jakarta Timur, Kamis (30/1/2020) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Memperingati peristiwa Gerakan 30 September, berikut kisah Kakek Saimi yang turut membangun Monumen Pancasila Sakti.

Saimi menjelaskan, ia kerap kali berurai air mata saat membangun Monumen Pancasila Sakti yang berlokasi dekat rumahnya. 

Hal ini lantaran ia mengingat betul kejadian G30S/PKI yang merenggut nyawa 7 pahlawan revolusi.

Saimi juga turut menyaksikan banyak pasang mata yang tak hentinya menangis ketika membangun Monumen Pancasila Sakti.

Tugu Pahlawan Revolusi yang nampak berdiri megah di Komplek Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).
Tugu Pahlawan Revolusi yang nampak berdiri megah di Komplek Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018). (TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma)

Selesai menangis, sejumlah pekerja kala itu banyak sekali yang sering melamun, tak terkecuali dengan dirinya.

"Ya Allah PKI kok jahat banget," ujarnya setiap kali melamun.

Baca juga: Sederet Link Twibbon Peringatan G30S/PKI, Mengenang Gugurnya 7 Pahlawan Revolusi Indonesia

Sejak saat itu, Saimi selalu menceritakan kepada anak cucunya jika Monumen Pancasila Sakti dibangun dengan tetesan keringat dan air mata.

"Rata-rata yang bekerja kan seumuran saya. Ya otomatis mereka tahu kejamnya seperti apa. Makanya asal lagi ngecor atau apa ada aja yang nangis," katanya.

Rumah Digeledah

Saimi memaparkan, ia kerap dituduh sebagai anggota PKI hingga rumahnya sempat digeledah. 

Saimi yang saat itu berusia 19 tahun, merasa kaget karena melihat banyak tank di dekat rumahnya

Jenderal Ahmad Yani Dibunuh di Malam Ulang Tahun Istri, Sang Putra Tak Bisa Bicara Ingat Momen Ini

Meskipun keberadaan tank merupakan hal biasa, tapi kali itu pertama kalinya Saimi melihat tank berada di dekat rumahnya saat penangkapan atau penyergapan terduga anggota PKI.

"Tanknya diparkir di perkebunan karet dekat rumah saya," ungkapnya. 

Sebelum memasuki rumah, Saimi yang membawa tas gemblok besar digeledah oleh tentara dan diberondong banyak pertanyaan.
Sejumlah diorama menggambarkan kekejaman PKI yang terdapat di Museum Pengkhiatanan PKI (Komunis) dan Museum Paseban, Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).
Sejumlah diorama menggambarkan kekejaman PKI yang terdapat di Museum Pengkhiatanan PKI (Komunis) dan Museum Paseban, Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018). (TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci)

"Kamu Pemuda Rakyat (PKI)?," ujar Saimi menirukan salah satu tentara.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved