Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Kisah Pemilik Warteg Kharisma Bahari: Gadai Sertifikat Rumah Mertua hingga Sukses Punya 800 Cabang

Kisah jatuh bangun berujung sukses Sayudi pemilik franchise Warteg Kharisma Bahari sudah menyebar di Ibu Kota. 

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Sosok Sayudi, pemilik Warteg Kharisma Bahari saat ditemui TribunJakarta.com di kantornya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa (28/9/2021). 

Berawal dari pengalaman pahit itu lah, Yudi ingin menaikkan derajat warteg yang lebih berkharisma dan elegan. 

Warteg itu kemudian diberi nama Warteg Kharisma Bahari (WKB). 

"Ciri khasnya warnanya yang mencolok, lampunya yang terang dan bersih," katanya. 

Sistem waralaba

Sebelum memulai usaha dengan membuka sistem waralaba, Yudi menjalankan usaha WKB dengan sistem kredit.

Ia membantu memberikan kredit kepada teman-temannya yang ingin membuka warteg dengan nama WKB.

Kreditnya terbilang ringan dan tidak kaku seperti di bank. 

"Teman punya dp 50 persen untuk bikin warteg. Sisanya kredit ke saya 50 persen lagi. Cicil ke saya tidak seperti di bank. Kalau lagi ramai kasih besar, kalau kecil seadanya," ujarnya.

Ia juga membebaskan jangka waktu pelunasan. Bisa dua tahun atau tiga tahun. Bahkan, Yudi pernah mengikhlaskan seorang temannya yang memiliki sisa angsuran Rp 40 juta.

Baca juga: Warteg Kharisma Bahari Jadi Peluang Bisnis di Hari Tua: dari Karyawan Swasta hingga Jenderal

"Sebab, tiba-tiba warung itu digusur atau kena masalah. Itu utangnya lunas sama saya. Berbagi dengan teman dengan sistem saya ini," lanjutnya.

Sistem kredit secara kekeluargaan ini diminati banyak teman-temannya. 

Yudi sendiri yang berkeliling menagih ke warteg-warteg milik temannya itu.

Ia menganggap apa yang dilakukannya kala itu mirip seperti sistem kredit panci.

Pemilik Warteg Kharisma Bahari Elegan, Sonny Mahendra saat ditemui TribunJakarta.com pada Rabu (20/11/2019).
Pemilik Warteg Kharisma Bahari Elegan, Sonny Mahendra saat ditemui TribunJakarta.com pada Rabu (20/11/2019). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Baru setelah sistem kredit ini berhasil dan nama WKB dikenal, banyak orang yang menghubungi Yudi. 

Mereka mengetahui nomor Yudi dari nomor telepon yang tertera di spanduk warteg.

"Tanpa sengaja saya pasang nomor awalnya untuk catering atau pesanan antar. Tapi mereka telepon untuk join," katanya.

Akhirnya, ia memutuskan untuk membuka sistem waralaba kepada orang-orang.

Kini, jumlah calon investor yang tertarik membeli waralaba WKB terus bertambah. 

Saat ini saja, sudah sekitar 800 waralaba WKB merajai Ibu Kota dan sekitarnya.

"Dulu kan slogan kami siap mewartegkan Jabodetabek. Sekarang siap mewartegkan Indonesia karena di luar kota sudah ada seperti di Surabaya, Palembang, Bandung, Purwokerto, Semarang dan Kudus," katanya.

Pensiunan

Sayudi mengatakan rata-rata investor yang membeli waralaba warteg Kharisma Bahari berasal dari para pekerja yang mendekati pensiun.

Warteg di Jalan Jalan Juanda RT 2 RW 8, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Selasa (3/8/2021).
Warteg di Jalan Jalan Juanda RT 2 RW 8, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Selasa (3/8/2021). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

"Biasanya dari PNS, TNI, Polri, pegawai swasta . Tapi ada juga beberapa mahasiswa yang join bareng-bareng buat usaha warteg," katanya. 

Bahkan, ada juga pembeli yang bukan dari orang biasa-biasa saja, melainkan punya jabatan tinggi. 

Jenderal polisi, jenderal TNI hingga artis pun juga tertarik berbisnis warteg

"Sekarang peminat franchise-nya (waralaba) dari kalangan menengah ke atas," tambahnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved