Nasib Wahyudi, Pemilik Toko Kosmetik di Bekasi Jadi Korban Pemerasan Sekelompok Orang Ngaku Polisi

Sekelompok orang mengaku sebagai polisi mendatangi toko kosmetik di Jatiasih, Kota Bekasi

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Keempat tersangka yang mengaku sebagai polisi, memeras korban bernama Wahyudi pemilik toko kosmetik di Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Sekelompok orang mengaku sebagai polisi mendatangi toko kosmetik di Jatiasih, Kota Bekasi.

Pemilik tokok atau korban sempat disekap dalam mobil dan dimintai uang Rp50 juta.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Aloysius Suprijadi mengatakan, peristiwa terjadi pada 18 September 2021 lalu di toko milik korban bernama Wahyudi (22), Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih.

"Jadi modusnya pelaku berjumlah empat orang, datang mengaku sebagai polisi, mengintimidasi korban dituduh menjual obat-obatan terlarang," kata Aloysius, Kamis (30/9/2021).

Baca juga: Komplotan Pembuat dan Pengedar Uang Palsu Dibongkar Polisi Depok, Barang Bukti Senilai Rp 158 juta

Dia melanjutkan, keempat tersangka diantaranya PR alias Rio, Topik, AS alias Uhe dan GM alias Iwan, seluruhnya telah berhasil ditangkap.

"Pelaku datang menggunakan mobil mengaku sebagai aparat, langsung melakukan penggerebekan ke toko milik korban, di mana di toko itu menjual pil eksimer," jelasnya.

Saat menemukan barang jenis obat pil eksimer, kelompok pelaku langsung memainkan perannya. Korban diintimidasi karena telah menjual produk obatan-obatan terlarang.

Baca juga: Mantan Ajudan Jokowi Jadi Korban Pemerasan AS, Ini Sosoknya: Masuk Golongan Pejabat di Solo

"Para pelaku ini lalu mengambil uang yang ada di toko sebesar Rp650.000, korban kemudian diminta ikut ke dalam mobil," paparnya.

Di dalam mobil, para pelaku mengajak korban berkeliling sambil terus diintimidasi. Mereka berdalih, korban dianggap telah melanggar undang-undang tentang peredaran narkotika.

Lalu para pelaku meminta korban untuk menghubungi keluarganya, dipaksa agar menebus uang Rp50 juta supaya tidak ditahan atas tuduhan tersebut.

"Korban sudah menghubungi keluarganya, lalu si keluarga korban tidak sanggup memenuhi permintaan uang tebusan Rp50 juta," jelasnya.

Baca juga: Modus Mengaku Anggota Polisi, Kru Film Jadi Korban Pemerasan di Sawangan Depok

Ketika tiba di pintu masuk Tol Clincing, Jakarta Utara, korban memberanikan diri untuk berteriak dan didengar petugas setempat.

"Petugas lalu memberhentikan kendaraannya karena mendengar suara gaduh minta tolong, dari situ korban berhasil diselamatkan dan para pelaku langsung kami tangkapan," jelasnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku kini mendekam di tahanan Polres Metro Bekasi Kota, mereka dikenakan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved