Breaking News:

Antara Keluarga & Tugas Negara, Praka Ruben Dampingi Istri Melahirkan Saat Baru Tugas di Perbatasan

Menjadi seorang prajurit TNI tentu dihadapkan antara urusan keluarga dan tugas negara.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Youtube TNI AD
Praka Ruben menceritakan pengalamannya saat harus menemani sang istri melahirkan ketika baru ditugaskan di pulau terluar. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Menjadi seorang prajurit TNI tentu dihadapkan antara urusan keluarga dan tugas negara.

Hal itu yang sempat dialami oleh Praka Ruben yang bertugas di Satgas Pengamanan Pulau Terluar di Pulau Ndana di wilayah Kabupaten Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat baru seminggu ditugaskan di Pulau Ndana yang berada di ujung selatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dia dikabari bahwa sang istri hendak melahirkan.

Disitu dia sempat bimbang apakah harus tetap bertugas atas nama negara atau hadir di tengah keluarga kecilnya yang saat itu amat membutuhkan kehadirannya.

"Saya baru seminggu tugas disini, sementara istri sudah mau lahiran," kata Praka Ruben dilansir dari Youtube TNI AD, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Cerita TNI Penjaga Pulau Terluar NKRI: Kerap Terkendala Logistik, Harus Memanah Ikan untuk Makan

Alhasil, prajurit TNI asal Kupang, NTT ini meminta izin kepada Komandan Satgas apakah dia diperbolehkan untuk menenami sang istri yang akan melahirkan secara operasi caesar.

"Saya izin ke Dansatgas yang izin ke Korem.

Baru dikasih izin untuk dampingi istri lahiran karena kan istri operasi," kata dia.

Praka Ruben, Satgas Pengamanan Pulau Terluar di Pulau Ndana melakukan video call dengan keluarganya.
Praka Ruben, Satgas Pengamanan Pulau Terluar di Pulau Ndana melakukan video call dengan keluarganya. (Youtube TNI AD)

Manfaatkan Video Call

Tugas di pulau terluar NKRI yang tak berpenghuni tentu memiliki tantangan tersendiri.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved