Breaking News:

Penerapan Ganjil Genap di Jalan Margonda Depok Masih Persiapan, Simak Tahapannya

Penerapan sistem ganjil genap di Jalan Raya Margonda, Kota Depok belum direalisasikan dalam waktu dekat. Ini Sebabnya.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kondisi Jalan Raya Margonda, Pancoran Mas, Kota Depok, pada awal pekan kedua pelaksanaan PSBB, Rabu (22/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Penerapan sistem ganjil genap di Jalan Raya Margonda, Kota Depok belum direalisasikan dalam waktu dekat

Sebab, penerapan aturan tersebut masih dalam tahap persiapan.

Kasat Lantas Polres Metro Depok, AKBP Andi M Indra Waspada, mengatakan, sebelum ganjil genap diterapkan, pihaknya akan lebih dulu melakukan simulasi alias uji coba.

Namun demikian, sebelum uji coba dilakukan, ada sejumlah tahapan yang harus dilalui pihaknya bersama dengan Dinas Perhubungan Kota Depok.

“Sebelum uji coba ada tahapan-tahapan yang harus kita lalui, seperti halnya kemarin kita rapat dengan dewan transportasi dulu. Awalnya kajian-kajian dulu, sudah selesai baru rapat transportasi,” ujar Andi dikonfirmasi wartawan, Sabtu (2/10/2021).

Baca juga: Pohon Tumbang di Simpang Tugu Jam Kartini, Jalan Raya Margonda Depok Macet Parah

“Ketiga kita survei bersama, keempat kita studi banding ke Polda Metro Jaya. Setelah dari situ kita akan mengundang pemangku-pemangku kepentingan dulu, pelaku bisnis usaha di jalan tersebut, kemudian lanjut kita akan panggil perwakilan tokoh masyarakat di jalur yang digunakan ganjil-genap tersebut,” jelasnya lagi.

Andi mengatakan, terkini tahapan yang tengah ditempuh pihaknya untuk merealisasikan rencana kebijakan tersebut adalah baru pada tahap studi banding dengan Polda Metro Jaya (PMJ).

“Ini masih tahap studi banding ke PMJ, masih ada tahapan ketiga. Karena nanti endingnya kita akan melaporkan ke Wali Kota tentang kesiapan, Langkah-langkah yang kita lakukan, nanti kan Wali Kota baru menentukan silakan, kita uji coba dulu, baru kita uji coba. Usul uji coba itu bukan penindakan tapi uji coba bisa gak diterapkan,” kata Andi.

Baca juga: Kasus Penyekapan di Hotel Kawasan Margonda Depok, Polisi akan Panggil Saksi Kunci

Andi mengatakan semua tahapan ini dilakukan untuk mengantisipasi komplain dari masyarakat pengguna jalan.

“Jangan sampai nanti pelaksanaan sudah main, masyarakat komplain, pelaku bisnis komplain. Makanya setelah studi banding kita menentukan beberapa hal. Baru kita terapkan disini,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved