Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Ombudsman Banten Minta Pemkot Tangerang Transparan Soal Jumlah Siswa Terpapar Covid-19

Terpaparnya 25 siswa jenjang SMP di Kota Tangerang mendapatkan kritik dari Ombudsman Banten.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
Istimewa
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen PAUD Disdakmen), Kemendikbud, Jumeri meresmikan Satgas Covid-19 tingkat kelas saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Tangerang, Jumat (1/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Terpaparnya 25 siswa jenjang SMP di Kota Tangerang mendapatkan kritik dari Ombudsman Banten.

Bahkan, Ombudsman Banten meminta Pemerintah Kota Tangerang untuk lebih terbuka soal jumlah siswa SMP yang terpapar Covid-19.

Sebab, sebelumnya Dinas Kesehatan Kota Tangerang menemukan 25 siswa SMP, satu guru dan seorang staf tata usaha (TU) positif Covid-19.

Penemuan itu berdasarkan tes yang dilakukan terhadap 1.000 orang di SMP yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) pada 27-28 September 2021.

"Pemkot, Dinkes, dan Dinas Pendidikan Kota Tangerang harus transparan terkait jumlah murid, guru, atau staf SMP yang positif Covid-19," kata Ketua Ombudsman perwakilan Banten Dedy Irsan melalui keterangannya, Senin (4/10/2021).

Menurutnya, transparansi itu sebagai langkah untuk mengantisipasi banyaknya penularan Covid-19 di kalangan siswa.

Dedy juga meminta agar Pemkot Tangerang mengevaluasi penerapan PTM yang sedang dijalani siswa SMP.

Menurut dia, Pemkot Tangerang belum mengetahui secara presisi dimana penularan 25 murid tersebut.

Baca juga: 25 Siswa SMP Kota Tangerang Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rumah

"Ini harus menjadi perhatian serius utnuk Pemkot Tangerang untuk melakukan evaluasi agar siswa yang terpapar Covid-19 jumlahnya tidak semakin banyak, perlu ditelusuri secara seksama," ujar Dedy.

Menurut dia, salah satu cara untuk mencegah penularan Covid-19 adalah tidak menggelar PTM di SMP yang berada di zona oranye atau merah penyebaran Covid-19.

Selain itu, pihak SMP juga harus mendapat izin dari orang tua siswa, mengizinkan muris tidak mengikuti PTM lantaran belum diizinkan orangtuanya, dan skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih diterapkan.

"Jangan sampai gara-gara PTM angka penularan Covid-19 menjadi naik kembali," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved