Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

PPKM Diperpanjang Sampai 18 Oktober 2021, Gerai Makanan dan Minuman di Bioskop Sekarang Boleh Buka

Pemerintah memutuskan memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali hingga 18 Oktober 2021.

Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di proyek sodetan Kali Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT), Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (4/8/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pemerintah memutuskan memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali hingga 18 Oktober 2021.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan perpanjangan dilakukan selama dua pekan ke depan atau 5 sampai 18 Oktober 2021.

Penyesuaian dilakukan seiring dengan terus membaiknya kondisi pandemi Covid-19.

Penyesuaian tersebut diantaranya, gerai makanan dan minum yang ada di dalam bioskop boleh beroperasi.

"Counter makanan dan minuman di dalam bioskop diperbolehkan buka," ujar Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin, (4/9/2021).

Meskipun gerai makanan dan minuman kini boleh beroperasi, namun batasan pengunjung bioskop tidak berubah.

Pemerintah masih membatasi kapasitas bioskop maksimal 50 persen,  di wilayah Jawa-Bali yang menerapkan PPKM level 1-3.

"Hal ini akan berlaku untuk kota-kota level 3, 2 dan 1," katanya.

Meskipun sejumlah sektor dilakukan penyesuaian Luhut meminta masyarakat untuk tidak lengah dan bereuforia. Karena menurut Luhut kelengahan sekecil apapun akan menyebabkan terjadinya lonjakan kasus.

"Dan pastinya mengulangi pengetatan-pengetatan yang pernah dilakukan dan ini sangat merugikan kita semua," katanya.

Luhut mengatakan situasi Pandemi Covid-19 terus menunjukkan perbaikan selama dua minggu belakangan ini. Kasus konfirmasi nasional turun  98 persen dan Kasus konfirmasi Jawa -Bali juga menunjukan penurunan hingga 98,7 persen  dari  puncaknya pada 15 Juli lalu.

"Tingkat reproduksi  efektif di Jawa -Bali juga  sudah berada dibawah 1, dan khusus untuk Bali  masih diangka 1. Selain itu jumlah testing yang  dilakukan perhari terus mengalami peningkatan  sehingga dapat menurunkan tingkat positivity rate  yang sudah berada dibawah 1," ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved