Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Tiga Tempat Usaha di Koja Kena Sanksi Teguran Tertulis Akibat Langgar Aturan PPKM Level 3

Satpol PP Kecamatan Koja menggelar razia pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada Minggu (3/10/2021) malam.

Dok. Satpol PP Kecamatan Koja
Satpol PP Kecamatan Koja menggelar razia pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada Minggu (3/10/2021) malam 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Satpol PP Kecamatan Koja menggelar razia pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada Minggu (3/10/2021) malam.

Dalam razia tersebut, tiga tempat usaha di wilayah Kecamatan Koja kedapatan melanggar aturan jam operasional.

Kasatpol PP Kecamatan Koja Roslely Tambunan mengatakan, pengawasan dilakukan di beberapa titik di wilayahnya.

"Tim pengawasan PPKM Level 3 melakukan woro-woro terkait pentingnya prokes dan vaksinasi di Jalan Kramat Jaya depan JIC, Jalan Labu, dan Jalan Semangka," terang Roslely, Senin (4/10/2021).

Petugas mendapati tiga tempat usaha tidak mengindahkan aturan jam operasional.

Alhasil, ketiga tempat usaha tersebut diberikan sanksi teguran tertulis.

Hal itu mengacu pada Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1122 Tahun 2021 Tentang PPKM Level 3 Covid-19.

"Selain memberikan sanksi teguran tertulis, kami juga melakukan pembubaran kerumunan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19," kata Roslely.

Secara rutin, pelaksanaan kegiatan pengawasan tempat usaha, rumah makan, dan kafe di masa PPKM Level 3 juga melibatkan unsur tiga pilar Kecamatan Koja.

Baca juga: Polisi Mengamankan WNA Afghanistan Imbas Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor UNCHR

Saat menghadapi masyarakat, Roslely memastikan pihaknya tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

"Itu sangat penting dan akan selalu diterapkan dalam berkegiatan. Namun, kami juga harus bertindak tegas kepada para pelanggar aturan untuk memberikan efek jera agar mereka tidak mengulangi kesalahannya," ucapnya.

Roslely pun mengimbau, situasi kasus Covid-19 yang tengah melandai ini sebaiknya tidak membuat masyarakat terlena sehingga mengabaikan prokes.

"Pandemi belum berakhir, siapapun bisa saja tertular Covid-19 dan situasi seperti itu harus tetap diwaspadai," tutupnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved