Geger Perairan Ancol dan Teluk Angke Tercemar Paracetamol, Pemprov DKI: Belum Tentu Pencemaran

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) tengah meneliti kandungan paracetamol yang ditemukan di perairan Ancol dan Teluk Angke.

TRIBUNJAKARTA.COM/ANISA KURNIASIH
Ilustrasi Pantai Ancol. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) tengah meneliti kandungan paracetamol yang ditemukan di perairan Ancol dan Teluk Angke. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) tengah meneliti kandungan paracetamol yang ditemukan di perairan Ancol dan Teluk Angke.

Meski nantinya terbukti mengandung paracetamol, namun belum itu menyebabkan pencemaran.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan, Dinas LH DKI Jakarta Yusiono.

Ia bilang, penentuan pencemaran laut sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

"Dalam peraturan pemerintah tersebut ada 38 parameter yang merupakan indikator pencemaran lingkungan dan paracetamol itu tidak ada di dalam 38 parameter tersebut," ucapnya, Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Konsentrasi Tinggi Paracetamol di Angke dan Ancol Diduga Berasal dari Limbah Farmasi

Lantaran tidak termasuk dalam 38 parameter pencemaran air laut seperti yang tertuang dalam aturan yang dibuat pemerintah pusat, paracetamol belum bisa ditetapkan sebagai pencemaran.

Sebab, belum ada standar baku mutu yang mengatur soal hal tersebut.

"Ini yang perlu dianalisis lebih lanjut, dari penelitian yang lain atau dari referensi yang lain. Kadar yang ada tersebut berbahaya buat kesehatan manusia atau tidak," ujarnya saat dihubungi.

Sebelumnya, Peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi BRIN, Wulan Koagouw dan Zainal Arifin buka suara soal dampak pencemaran air laut imbas temuan konsentrasi paracetamol tinggi di Teluk Jakarta.

Setelah hasil risetnya terkait temuan konsentrasi paracetamol tinggi di Angke dan Ancol menjadi perbincangan sejumlah media, kini keduanya membahas soal dampak yang akan terjadi.

Baca juga: Soal Paracetamol Tinggi di Teluk Jakarta, Wagub DKI: Perlu Waktu 14 Hari untuk Analisa

Melalui webinar, keduanya membahas soal dampak yang bisa terjadi apabila terjadi pencemaran.

"Bahwa dampaknya sendiri bagi manusia itu saya sebenarnya kalau sebagai seorang peneliti saya tidak bisa ngomong kalau saya tidak punya data itu dulu ya prinsipnya. Kalau saya tidak punya data saya tidak bisa ngomong, jadi yang hanya saya bisa bilang disini bahwa saya belum lihat efeknya pada manusia secara logika karena memang konsentrasi nya rendah dibandingkan paracetamol yang kita minum, secara logika harus nya efeknya itu kecil seperti itu," kata Wulan, Senin (4/10/2021).

Senada, Zainal turut mengemukakan hal yang hampir serupa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved