Breaking News:

Karena Alasan Ini Satpol PP Belum Bisa Segel Apartemen Sentra Timur yang Kedapatan Prostitusi Online

Budhy menuturkan pihaknya baru bisa mengambil tindakan terhadap Apartmen Sentra Timur jika penyidikan kasus prostitusi online ini rampung

Penulis: Bima Putra | Editor: Acos aka Abdul Qodir
Tribun Jabar
Ilustrasi prostitusi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Jajaran Satpol PP Jakarta Timur saat ini belum berani melakukan penyegelan terhadap Apartemen Sentra Timur di Cakung yang dibongkar polisi terjadi praktik prostitusi online anak di bawah umur.

Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya guna menentukan tindak lanjut penanganan kasus prostitusi online melibatkan anak di Apartmen Sentra Timur.

"Jika Polda bersurat kepada Pemkot atau Satpol karena terbukti tempat digunakan tidak semestinya dan diminta dilakukan penutupan, kita akan melapor ke Pol PP Provinsi untuk dilakukan penyegelan," kata Budhy saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Selasa (5/10/2021).

Merujuk hasil koordinasi sementara, menurutnya penyidik Polda Metro Jaya kini masih dalam tahap penyidikan dengan memanggil pengelola Apartemen Sentra Timur untuk diperiksa.

Baca juga: Diperiksa Polisi, Sekuriti Mengaku Tahu Dugaan Praktik Prostitusi Online di Apartemen Sentra Timur

Budhy menuturkan pihaknya baru bisa mengambil tindakan terhadap Apartmen Sentra Timur jika penyidikan kasus prostitusi online ini rampung dilakukan Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

"Ya sebetulnya untuk TKP jika diduga ada tindak pidana pihak Polri bisa langsung police line untuk kepentingan penyidikan," ujarnya.

DIberitakan sebelumnya, jajaran Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggerebek unit Apartemen Sentra Timur yang menjadi tempat prostitusi online pada Rabu (29/9/2021).

Hasilnya, polisi mengamankan empat perempuan diduga korban eksploitasi seksual. Bahkan, tiga perempuan di antaranyab masih bestatus anak di bawah umur.

Selain itu, diamakan dua orang mucikari yang juga masih berusia muda, yakni MH (17) dan DZH (17).

Baca juga: Emak-emak di Berlan Matraman Dijambret, Pelaku Sempat Meledek: Bu Ini Handphonenya

Saat ini, penyidik Polda Metro Jaya masih memproses kasus ini.

Pihak pengelola hingga security Apartemen Sentra Timur dipanggil penyidik untuk diperiksa.

Namun, rupanya pihak pengelola mangkir dari panggilan pemeriksaan pada Senin (4/10/2021) hari ini.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved