4 Tahun Jabat Gubernur DKI, Anies Baswedan Merasa Jadi Tahanan Kota

Anies bilang, selama memimpin ibu kota, ia bak tahanan kota yang tidak bisa bebas keluar dari Jakarta

Facebook Anies Baswedan
Aktivitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bermain bersama ikan koi di rumah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Di depan kader Partai Amanat Nasional (PAN), Anies Baswedan menceritakan pengalamannya menjabat Gubernur DKI Jakarta selama empat tahun terakhir.

Anies bilang, selama memimpin ibu kota, ia bak tahanan kota yang tidak bisa bebas keluar dari Jakarta.

"Jadi saya boleh dibilang kemarin (seperti) tahanan kota," ucapnya saat menghadiri workshop PAN yang ditayangkan di kanal youtube PAN TV dikutip, Rabu (6/10/2021).

Selama menjabat sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta, Anies bilang, banyak tantangan yang dihadapinya.

Mulai dari masalah transportasi, banjir, hingga kesenjangan sosial yang terjadi di ibu kota.

"Sebenarnya di Jakarta ini semuanya perlu waktu, segalanya punya tantangan. Tapi semuanya tidak bisa tuntas langsung," ujarnya.

Secara perlahan, Anies pun mulai menata kembali ibu kota.

Baca juga: Ada Andil Anies di Balik Raihan 13 Medali Emas Sepatu Roda DKI Jakarta di PON Papua, Ini Rahasianya

Konsep pembangunan yang dulunya mengedepankan kendaraan pribadi, kini diubah dengan pendekatan transportasi publik.

Integrasi antarmoda pun dilakukan, sehingga pengguna KRL bisa dengan mudah berpindah ke Transjakarta atau sebaliknya.

"Transportasi alhamdulillah sekarang sudah jalan, kemudian bicara tentang kemacetan, bicara soal banjir, satu per satu kami bereskan," kata dia.

"Tapi perlu waktu semua. Jadi, kalau ada tambahan waktu, mudah-mudahan bisa dituntaskan dengan baik," sambungnya.

Baca juga: Nama Anies Dicatut Anak Nia Daniaty Di Dugaan Kasus Penipuan CPNS, Ariza Ajak Masyarakat Hidup Jujur

Lantaran banyak masalah yang harus diselesaikan, ia mengaku tak memiliki banyak waktu untuk bisa pergi berlibur keluar kota.

Terlebih, ia mengaku kerap mendapat banyak keluhan dari masyarakat setiap kali menghadiri suatu acara.

"Datang di pertemuan apapun harus siap mendengar keluhan, karena ya inilah paketnya berada di wilayah publik, kalau tidak mau menerima keluhan di rumah saja urus burung dan rumah tangga," tuturnya sambil tertawa.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved