PON Papua
Aceh Kalah 0-1 dari Papua, Fakhri Husaini Singgung Wasit: Saya Langsung Ditelpon Wasit Senior FIFA
Aceh harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Papua dengan skor 1-0 di babak 6 besar cabang olahraga (cabor) sepak bola PON Papua.
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM, JAYAPURA - Tim sepak bola Aceh harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Papua dengan skor 1-0 di babak 6 besar cabang olahraga (cabor) sepak bola Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.
Aceh dan Papua menjalani pertandingan di Stadion Mandala, Kota Jayapura, pada Rabu (6/10/2021) sore WIT.
Satu-satunya gol yang tercipta di pertandingan itu diciptakan oleh pemain tengah tim Papua, Samuel Balinsa.
Kekalahan yang diterima tim sepak bola Aceh membuat pelatihnya yakni Fakhri Husaini meradang.
Terlebih kepemimpinan wasit yang bertugas di laga Aceh melawan Papua sangat merugikan timnya.

Menurut Fakhri, kepemimpinan wasit tidak berimbang dan timnya mendapatkan banyak tekanan di lapangan.
Bahkan, Fakhri Husaini langsung ditelpon oleh salah seorang wasit senior FIFA sesaat setelah pertandingan melawan Papua selesai.
Baca juga: Target Medali Emas Gagal Terpenuhi, Perenang DKI Jakarta Berambisi Tebus di PON 2024
"Ini saya barusan ditelpon oleh salah satu wasit senior FIFA. Dia mengaku sangat malu melihat kualitas wasit yang memimpin pertandingan tadi," kata Fakhri Husaini saat ditemui Tribun Network di Stadion Mandala, Jayapura, Rabu (6/10/2021).
Wasit sendiri sering memberikan pelanggaran kepada pemainnya di titik-titik yang membahayakan pertahanan timnya.
Kekecewaan Fakhri Husaini memuncak ketika wasit memberikan hadiah penalti kepada tim tuan rumah Papua di pertengahan babak pertama.
Mantan pelatih Timnas U-19 Indonesia itu terlihat tak menerima keputusan dari wasit dan meluapkan kekecewaannya di sisi lapangan.

"Banyak keputusan kontroversial karena penempatan posisi yang tak jelas, sehingga ia (wasit) membuat keputusan seperti itu," tambahnya.
Terlepas dari kepemimpinan wasit yang kurang baik, Fakhri Husaini tak mempermasalahkan kekalahan yang diterima timnya.
Pelatih asal Lhokseumawe itu menyebut gol yang tercipta murni karena ketidaksigapan penjaga gawang.
"Tapi tentu kami menerima kekalahan ini, meski gol yang terjadi bola spekulasi, bukan gol karena mereka bisa membongkar pertahanan kami. Bola tadi saya kira bakal keluar, tapi ternyata masuk," ujar Fakhri.
Baca juga: Klasemen Akhir Renang Perairan Terbuka PON Papua: Jawa Timur Bawa 4 Emas, DKI 1 Emas dan 2 Perunggu
Di sisi lain, Fakhri Husaini turut bangga dengan perjuangan yang dilakukan para pemain Aceh dalam ajang PON Papua 2021.
Seluruh pemain yang dibawa ke Papua mampu menunjukkan kemampuan terbaik.
Para pemain Aceh sangat bersemangat ketika diturunkan bermain di lapangan.
"Inilah sepak bola. Saya bangga dengan semua pemain saya, mereka berjuang dengan sekuat tenaga, walau hasil yang belum sesuai kemenangan Insya Allah kami masih ada kesempatan," ungkapnya.
Fakhri sendiri masih sangat optimis timnya bisa berbicara banyak di ajang PON Papua 2021.

Perjuangan tim sepak bola Aceh masih akan berlanjut menghadapi tim lainnya yaitu Sumatera Utara di babak 6 besar cabor sepak bola PON Papua.
Pertandingan Aceh melawan Sumatera Utara akan berlangsung di Stadion Mandala, pada 8 Oktober 2021.
"1 pertandingan lagi tanggal 8 Oktober kita melawan Sumatra Utara. Kami akan berjuang kembali sekuat tenaga dan mudah-mudahan kami bisa dapat poin. 3 tim dalam 1 grup ini, kita masih ada harapan," tutupnya.
Baca juga: Dea Salsabila Jadi yang Tercepat Renang Perairan Terbuka 3 Km PON Papua, Jawa Timur Panen Emas
Dengah hasil tersebut, untuk sementara Papua berhasil memimpin klasemen Grup D babak 6 besar sepak bola PON Papua dengan koleksi tiga poin.
Sementara, Aceh dan Sumatera Utara sama-sama belum mendapatkan poin.