Antisipasi Virus Corona di DKI

Cerita Anies Perjuangkan Vaksinasi Covid-19 untuk Pencari Suaka di Jakarta

Menurut Anies, pencari suaka berbeda dengan tenaga kerja asing (TKA) yang ada di Indonesia

Tangkap layar Instagram Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat disuntik dosis kedua vaksin Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menceritakan upayanya untuk memfasilitasi para pencari suaka mendapatkan vaksin Covid-19.

Menurut Anies, pencari suaka berbeda dengan tenaga kerja asing (TKA) yang ada di Indonesia.

"Kalo TKA mereka punya pekerjaan, apakah itu swasta atau diplomat. Tapi kalau mereka (pencari suaka), tak boleh bekerja dan tak ada afiliasi," kata Anies kepada wartawan di GOR Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/10/2021).

Oleh karena itu, Anies menyebut sejak bulan Juli 2021 Pemprov DKI Jakarta mengusulkan vaksinasi Covid-19 untuk para pencari suaka.

Pemprov DKI kemudian berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

"Saya cerita ke Pak Kadin. Kadin lalu merespon. Kadin yang turun tangan dengan menyiapkan vaksin gotong royong untuk para pengungsi. Kami DKI Jakarta menyiapkan regulasi, penyiapan kegiatannya, mereka yang divaksin merupakan berstatus di bawah UNHCR. Itulah sebuah kolaborasi," ujar Anies.

Menurut Anies, semua orang yang tinggal di Jakarta harus mendapatkan perlakuan sama. Tak terkecuali dalam hal mendapatkan vaksin Covid-19.

Sebab, Anies menuturkan penularan virus Covid-19 tidak melihat status kenegaraan atau KTP seseorang.

Baca juga: Ratusan Pencari Suaka di DKI Disuntik Vaksin Covid-19, Anies: Virus Menular Tanpa Lihat Status

"Ketika terjadi pandemi virusnya menular tanpa melihat stasus kenegaraan, tanpa melihat KTP. Tidak dicek KTP DKI atau bukan," kata Anies.

"Karenanya, kami Jakarta di awal pandemi selalu melihat ini sebagai masalah umat manusia, yang semua harus mendapatkan perlakuan sama dan setara," tambahnya.

Ia mengatakan, vaksinasi Covid-19 untuk ratusan pencari suaka ini merupakan kegiatan kemanusiaan.

"Pesannya sederhana, we are not fully protected until everyone is protected. Itu pesan penting. Tak mungkin kita bisa sepenuhnya terlindungi, bila tidak setiap kita terlindungi," pungkas Anies.

Para pencari suaka menjalani vaksinasi Covid-19 di Gelanggang Olahraga (GOR) Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/10/2021).
Para pencari suaka menjalani vaksinasi Covid-19 di Gelanggang Olahraga (GOR) Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/10/2021). (Annas Furqon Hakim/ Tribun Jakarta)

Vaksinasi Covid-19 di GOR Bulungan hari ini diikuti oleh 600 orang pencari suaka, difasilitasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta.

"Pada hari ini pesertanya 600 orang," kata Ketua Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi di lokasi.

Diana mengungkapkan, para pencari suaka yang menjalani vaksinasi Covid-19 di GOR Bulungan berasal dari 13 negara.

Ke-13 negara tersebut yaitu Afganistan, Somalia, Sri Lanka, Irak, Iran, Mesir, Yaman, Sudan, Ethiopia, Paskistan, Myanmar, Uganda, dan Kongo.

"Paling banyak dari Afganistan dengan 313 orang," ujar Diana.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved