Breaking News:

Masih Ada Anak-Anak Jadi Manusia Silver di Depok, Motif Demi Kebutuhan Ekonomi

Hasilnya, sebanyak lima orang manusia silver yang masih berusia anak-anak terjaring razia ini

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Johan (kanan) bersama anaknya Riski (kiri), dan Valdo (tengah) yang merupakan anak tetangganya ketika dijumpai di Jalan Raya Margonda, Beji, Kota Depok, Rabu (23/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM , PANCORAN MAS - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menggelar razia Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), pada Selasa (5/10/2021) dua hari lalu di sejumlah titik.

Hasilnya, sebanyak lima orang manusia silver yang masih berusia anak-anak terjaring razia ini.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny, mengatakan, kelima anak yang berprofesi menjadi manusia silver ini diamankan pihaknya untuk pendataan dan pembinaan.

“Kami mengamankan mereka untuk didata. Selain itu, kami juga menghalau pengamen yang sering beroperasi di jalanan,” ujar Lienda dikonfirmasi wartawan, Kamis (7/10/2021).

Lienda berharap agar masyarakat turut berperan aktif, dan tidak memberikan apapun pada para PPKS ini.

"Kami ingatkan pada masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban umum. Selain itu tidak memberikan apapun kepada PPKS karena tidak mendidik, juga melanggar Perda," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Depok, Nita Ita Hernita,  menjelaskan, kelima anak yang menjadi manusia silver ini telah dibina di Rumah Perlindungan Sosial (RPS).

"Kelima anak yang masih berusia belasan ini tengah menjalani pembinaan agar tidak mengulangi lagi pekerjaannya sebagai pengemis silver," ucap Nita.

Baca juga: Miris, Bayi dan Balita di Tangsel Jadi Manusia Silver, Kulit Kepanasan Dilumuri Cat Sablon

Dianatara kelimanya, beberapa ada yang masih berstatus mengenyam pendidikan di sekolah, dan ada pula yang sudah putus sekolah musabab kebutuhan ekonomi.

"Mereka rata-rata terpentok permasalahan ekonomi," timpalnya lagi.

Terakhir, Nita menyoroti kemunculan para manusia silver ini perlu penanganan lintas sektor, seperti dari Dinas Pendidikan hingga Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga.

"Semua harus ikut menyelesaikan persoalan ini. Mereka (anak yang menjadi manusia silver) banyak yang putus sekolah dan terdesak kebutuhan ekonomi," pungkasnya.
 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved